MATARAM: Di balik prosesi Yudisium Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Mataram Tahun 2026, terselip pesan mendalam tentang makna sebuah kelulusan. Bagi Dekan FTK UIN Mataram, Prof. Dr. H. Maimun, M.Pd., keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi bukan hanya ditandai dengan diperolehnya ijazah, tetapi juga dengan terbentuknya karakter yang akan menentukan perjalanan hidup dan masa depan para alumni.

Pesan tersebut disampaikan di hadapan 584 mahasiswa yang resmi mengikuti yudisium sebagai tanda berakhirnya masa studi mereka di FTK UIN Mataram. Menurut Prof. Maimun, ijazah memang menjadi pintu masuk menuju dunia kerja dan pengabdian, tetapi karakter merupakan kunci utama yang akan menentukan sejauh mana seseorang mampu bertahan, dipercaya, dan memberikan manfaat di tengah masyarakat.

“Ijazah dapat membuka pintu kesempatan, tetapi karakterlah yang akan menentukan masa depan seseorang. Karena itu, jadilah alumni yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, etika, dan kepedulian sosial,” tegas Prof. Maimun.

Ia mengingatkan bahwa dunia saat ini tidak hanya membutuhkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga pribadi-pribadi yang mampu bekerja secara profesional, beradaptasi dengan perubahan, serta memegang teguh nilai-nilai moral dalam setiap tanggung jawab yang diemban.

“Kedua karakter ini tidak boleh dipisahkan. Karakter moral membuat seseorang dipercaya, sedangkan karakter kinerja menjadikannya mampu menghasilkan karya terbaik. Alumni FTK harus memiliki keduanya agar menjadi pendidik, pemimpin, maupun profesional yang mampu memberikan teladan di tengah masyarakat,” jelasnya.

Prof. Maimun menegaskan bahwa sebagai fakultas yang mencetak calon pendidik dan tenaga kependidikan, FTK UIN Mataram memiliki tanggung jawab besar dalam melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial. Oleh karena itu, lulusan FTK diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan solusi, memperkuat pendidikan, serta menjaga nilai-nilai kebangsaan dan keislaman di mana pun mereka berkarya.

Pada kesempatan tersebut, Dekan FTK juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan keluarga yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan akademik para mahasiswa. Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi merupakan buah dari doa, pengorbanan, dan dukungan yang diberikan keluarga selama bertahun-tahun.

“Kesuksesan hari ini bukan hanya milik para lulusan, tetapi juga milik kedua orang tua yang telah membersamai setiap proses perjuangan. Hormatilah mereka, bahagiakan mereka, dan jadikan keberhasilan ini sebagai awal untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi keluarga dan masyarakat,” pesannya.

Ia juga mengajak para alumni untuk terus menjaga hubungan dengan almamater setelah memasuki dunia kerja. Menurutnya, ikatan antara alumni dan kampus merupakan modal penting dalam membangun jejaring akademik, profesional, dan sosial yang akan memperkuat kontribusi FTK UIN Mataram bagi pembangunan bangsa.