MATARAM: Dalam upaya memperkuat transformasi menuju kampus hijau yang modern dan berkelanjutan, Tim Sustainable Development Goals (SDGs) UIN Mataram melaksanakan kegiatan benchmarking ke Universitas Indonesia (UI). Kegiatan ini dipimpin oleh Dewi Sartika Nasution, Ketua Tim SDGs UIN Mataram, bersama tim yang beranggotakan Nulita Lestariani, Nurul Susianti, Muh. Wahyudi, Sirojudduha, dan Intan Pratiwi. Jumat, 05/12/2025

Kunjungan strategis ini dilakukan karena UIN Mataram saat ini memasuki tahun ketiga dalam pengisian borang UI GreenMetric. Dewi Sartika Nasution menjelaskan bahwa pembelajaran langsung dari UI kampus yang telah lama menjadi pionir dalam tata kelola keberlanjutan menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas pelaporan serta memperkuat sistem pengelolaan lingkungan kampus.
Sebagai rangkaian kegiatan, tim SDGs mengikuti pertemuan resmi di Meeting Room Gedung Rektorat UI bersama Direktur Direktorat Operasional dan Pemeliharaan Fasilitas (DOPF) UI. Dalam sesi tersebut, UI memaparkan strategi teknis pengelolaan energi, pengembangan gedung ramah lingkungan, hingga integrasi kebijakan keberlanjutan yang menjadi pendorong utama keberhasilan UI dalam pemeringkatan GreenMetric.
“Kami belajar bagaimana UI menata sistem keberlanjutan secara menyeluruh, mulai dari manajemen limbah, efisiensi energi, green building, smart building, sampai pola kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Pengetahuan ini sangat penting untuk memperkuat roadmap SDGs UIN Mataram,” ujar Dewi.
Usai sesi pertemuan, tim melanjutkan benchmarking dengan tur keliling kampus, termasuk kunjungan langsung ke Tempat Pengolahan Akhir (TPA) dan Tempat Pengumpulan Sementara (TPS) di lingkungan UI. Di lokasi tersebut, tim mempelajari sistem pemilahan, pengolahan, dan pengurangan limbah yang telah terintegrasi dalam standar operasional kampus hijau UI.
Selain itu, tim juga meninjau fasilitas keberlanjutan lainnya seperti area solar panel, sistem water harvesting, penerapan green building, smart building, serta pengelolaan ruang terbuka hijau yang mendukung efisiensi energi dan kualitas lingkungan.
Benchmarking ini mempertegas komitmen UIN Mataram untuk mempercepat transformasi menuju kampus yang lebih hijau, efisien, dan adaptif terhadap standar keberlanjutan global. Upaya ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan borang penilaian, tetapi juga pada pembentukan budaya keberlanjutan sebagai karakter institusi.
“Kami membawa pulang banyak praktik baik yang siap diterapkan. Langkah ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menjadikan UIN Mataram sebagai kampus yang berdampak bagi lingkungan dan masyarakat,” tutup Dewi Sartika Nasution. Adita@Humas


