MATARAM: Komitmen UIN Mataram dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi terus menunjukkan hasil yang menggembirakan. Pada tahun akademik 2026/2027, UIN Mataram menargetkan menerima 50 mahasiswa asing yang berasal dari tujuh negara, sebuah capaian yang menjadi tonggak penting dalam memperluas jejaring akademik internasional sekaligus meningkatkan daya saing kampus di tingkat global.

Rektor UIN Mataram Prof DR H Masnun Tahir menyampaikan hal tersebut saat menerima kedatangan lima mahasiswa asal Thailand di Gedung Rektorat UIN Mataram, Kamis (23/7). Penyambutan berlangsung didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. H. Jumarim, Ketua International Office beserta jajaran, dan Tim Humas UIN Mataram.

Menurut Rektor, meningkatnya jumlah mahasiswa internasional yang memilih UIN Mataram merupakan wujud nyata meningkatnya kepercayaan masyarakat internasional terhadap kualitas pendidikan, layanan akademik, serta atmosfer pembelajaran yang dibangun kampus.

“Internasionalisasi bukan sekadar menghadirkan mahasiswa dari berbagai negara, tetapi juga membangun ruang pembelajaran yang multikultural, memperluas kolaborasi akademik, dan memperkuat daya saing lulusan di tingkat global. Kami ingin UIN Mataram menjadi rumah bersama bagi mahasiswa dari berbagai belahan dunia,” ungkap Rektor.

Hingga saat ini, sebanyak 13 mahasiswa internasional telah tiba di UIN Mataram dan menjalani proses registrasi serta orientasi awal. Mereka berasal dari Afghanistan, Mesir, Sudan, Ghana, dan Thailand. Dalam beberapa hari ke depan, UIN Mataram dijadwalkan kembali menerima gelombang mahasiswa asing dari negara-negara mitra sehingga jumlah keseluruhan mahasiswa internasional yang diterima pada tahun akademik ini mencapai 50 orang dari tujuh negara.

Ketua International Office UIN Mataram menjelaskan bahwa seluruh mahasiswa internasional akan memperoleh pendampingan sejak awal kedatangan, mulai dari proses administrasi, orientasi akademik, pengenalan budaya Indonesia, hingga layanan pendampingan selama masa studi. Program tersebut dirancang agar mahasiswa asing dapat beradaptasi dengan cepat sekaligus merasakan pengalaman belajar yang nyaman di lingkungan UIN Mataram.

Penguatan internasionalisasi juga menjadi bagian dari strategi besar UIN Mataram dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi berbasis kolaborasi global. Selain memperluas kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga pendidikan luar negeri, UIN Mataram terus mengembangkan program pertukaran mahasiswa, mobilitas dosen, riset kolaboratif, serta penguatan kompetensi berbahasa asing bagi sivitas akademika.

Bertambahnya jumlah mahasiswa internasional di tengah semarak pelaksanaan PBAK mencerminkan transformasi UIN Mataram sebagai kampus yang semakin terbuka, inklusif, dan berorientasi global. Interaksi antara mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia dengan mahasiswa dari berbagai negara diharapkan mampu menciptakan lingkungan akademik yang kaya akan perspektif, memperkuat toleransi, serta melahirkan jejaring kolaborasi internasional yang berkelanjutan.