Mataram: Catatan Spesial Direktur Pascasarjana Prof Dr H Fahrurrozi, MA. pada saat Rapat Koordinasi dan Pimpinan Universitas Islam Negeri Mataram kali ini menjadi momen yang sangat istimewa karena dihadiri oleh dua pejabat tinggi dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), yaitu Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenag, Prof. Dr. Phil. H. Kamarudin Amin, M.A., dan Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis). Kehadiran kedua pejabat penting ini memberikan dorongan dan motivasi bagi insan akademik UIN Mataram untuk memperkuat dua sisi harapan utama: ekspektasi akademik dan ekspektasi sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Kamarudin Amin menyampaikan sejumlah arahan dan pointer penting yang diharapkan dapat menjadi pedoman dalam mewujudkan kampus UIN Mataram yang semakin kuat dan berdampak. Beberapa arahan tersebut adalah:
- Grand Narasi
Semua pihak harus terus membangun narasi besar tentang peran strategis Perguruan Tinggi Keagamaan Islam di Indonesia, khususnya di bawah Kementerian Agama RI, baik di tingkat nasional maupun global. - Modal Sosial Indonesia
Indonesia sebagai negara bangsa yang religius memiliki kekuatan luar biasa dalam hal potensi sosial. Sebagai negara beragama, seluruh elemen masyarakat Indonesia tidak bisa terlepas dari kontribusi besar para sarjana agama. - Kapitalisasi Potensi ASN Kemenag
ASN di Kementerian Agama harus mampu mengoptimalkan potensi mereka secara formal dan informal. Pekerjaan mereka tidak hanya terbatas pada rutinitas administratif, tetapi harus berkontribusi lebih besar dalam kehidupan masyarakat. - Peran Agama dalam Kebangsaan dan Kemanusiaan
Pesan-pesan agama harus lebih efektif dalam memperkuat kebangsaan dan kemanusiaan. Agama yang berkualitas adalah agama yang memberikan dampak positif bagi kehidupan banyak orang. - Peran Kementerian Agama
Kementerian Agama harus terus terdepan dalam memfasilitasi agama yang menghadirkan kemaslahatan dan kerukunan antar umat beragama. Agama harus menjadi sumber kebaikan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh bangsa. - Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI)
Kampus PTKI, khususnya UIN Mataram, harus memainkan peran instrumental dalam beragama yang memberikan dampak nyata. Tidak cukup hanya dengan riset, menulis, atau berkarya, tetapi harus ada dampak langsung kepada publik melalui pengabdian sosial dan pemberdayaan umat. - Pengembangan Ekonomi Umat
SDM PTKI perlu membuat terobosan dalam pengembangan ekonomi umat, dengan memanfaatkan potensi zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Jika dikelola dengan baik, sektor ini dapat memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan umat. - Belajar dari Kampus Maju di Dunia
Kampus-kampus maju di Eropa dan Amerika berhasil mengembangkan empat aspek penting untuk kemajuan: pertama, pengelolaan biaya kuliah yang efisien dan beasiswa yang tepat sasaran. Kedua, kontribusi alumni yang berkelanjutan. Ketiga, riset, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang berkolaborasi dengan industri. Keempat, pengelolaan dana sukarela, filantropi, dan wakaf secara profesional dan akuntabel. - Eko-Teologi dan Fikih Lingkungan
ASN Kemenag harus menjadi pelopor dalam mengembangkan eko-teologi dan fikih lingkungan hidup untuk memastikan bumi kita tetap terawat dan ekosistem terpelihara dengan baik. - Metode dan Konsep yang Berdampak
UIN Mataram harus mampu merumuskan metode dan konsep yang dapat diterima dan diimplementasikan dalam masyarakat. Sudah saatnya kampus tidak hanya berkutat pada wacana atau diskusi, tetapi bergerak menuju aksi nyata yang memberikan dampak sosial yang luas.

Prof. Kamarudin Amin juga menekankan pentingnya UIN Mataram untuk terus berinovasi dalam menciptakan SDM yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan untuk membina umat, memperkuat kerukunan sosial, dan meningkatkan kesejahteraan umat melalui berbagai upaya nyata. Adita@Humas


