
MATARAM: Komitmen Universitas Islam Negeri Mataram dalam memperkuat budaya mutu dan mempercepat internasionalisasi terus diwujudkan melalui langkah-langkah strategis. Salah satunya dengan mengirim tim khusus untuk mempelajari secara langsung pelaksanaan Akreditasi Internasional ACQUIN (Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute) di UIN Walisongo Semarang.
Atas arahan Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag., tim yang dipimpin Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Mataram, Prof. Dr. H. Abdul Qudus, melakukan benchmarking guna mengamati secara menyeluruh tahapan asesmen lapangan (Assessment Visit) ACQUIN yang sedang berlangsung di UIN Walisongo.
Rektor UIN Mataram menegaskan bahwa pengiriman tim ini merupakan bagian dari strategi institusi dalam mempersiapkan program studi menuju akreditasi internasional sekaligus memperkuat tata kelola penjaminan mutu yang sesuai dengan standar global.
“Internasionalisasi perguruan tinggi tidak hanya diwujudkan melalui kerja sama luar negeri, tetapi juga melalui penguatan sistem penjaminan mutu yang diakui secara internasional. Karena itu, kami mengirim tim untuk belajar langsung dari praktik terbaik yang sedang dijalankan UIN Walisongo Semarang agar dapat menjadi referensi dalam pengembangan mutu di UIN Mataram,” ujar Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir.
Selama berada di UIN Walisongo Semarang, tim UIN Mataram mempelajari seluruh rangkaian asesmen internasional yang dilakukan oleh ACQUIN. Setiap klaster program studi menjalani asesmen selama dua hari dengan mengikuti jadwal kerja Eropa, mulai pukul 12.00 hingga 21.00 WIB.
Proses asesmen melibatkan 13 asesor internasional yang berasal dari berbagai negara dan latar belakang keilmuan. Enam asesor hadir langsung di kampus, sedangkan sisanya mengikuti asesmen secara daring dari negara masing-masing. Seluruh sesi menggunakan sistem Zoom yang dikelola langsung dari Jerman dengan standar ketepatan waktu yang sangat tinggi.
Sekretaris LPM UIN Mataram, Prof. Dr. H. Abdul Qudus, menjelaskan bahwa banyak pengalaman berharga yang diperoleh selama mengikuti proses benchmarking tersebut. Menurutnya, ACQUIN tidak hanya menilai dokumen, tetapi juga menguji implementasi sistem penjaminan mutu melalui wawancara mendalam dengan seluruh pemangku kepentingan di perguruan tinggi.
“Asesor internasional menggali secara komprehensif bagaimana tata kelola universitas dijalankan, mulai dari pimpinan universitas, biro, fakultas, program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa hingga alumni. Semua harus memahami visi institusi, sistem penjaminan mutu, proses akademik, penelitian, pengabdian, serta strategi pengembangan program studi,” jelas Prof. Abdul Qudus.
Selain mengamati jalannya asesmen, tim juga mempelajari penyusunan Self Assessment Report (SAR), kelengkapan dokumen pendukung, pengelolaan website, tata kelola data akademik, hingga strategi mempersiapkan seluruh sivitas akademika menghadapi wawancara dengan asesor internasional.
Menurut Prof. Abdul Qudus, salah satu pelajaran penting dari proses tersebut adalah pentingnya membangun budaya mutu secara berkelanjutan. Akreditasi internasional bukan sekadar menyiapkan dokumen menjelang asesmen, tetapi merupakan hasil dari sistem tata kelola yang telah berjalan secara konsisten dalam seluruh aktivitas tridarma perguruan tinggi.
Hasil benchmarking ini selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi bagi UIN Mataram dalam menyusun roadmap penguatan mutu menuju akreditasi internasional. Berbagai praktik baik yang diterapkan UIN Walisongo akan diadaptasi sesuai kebutuhan dan karakteristik UIN Mataram agar mampu memenuhi standar lembaga akreditasi internasional.
Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen UIN Mataram untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola kelembagaan yang berorientasi pada daya saing global. Dengan penguatan sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan, UIN Mataram optimistis dapat memperluas pengakuan internasional dan mewujudkan visi sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, inovatif, dan bereputasi di tingkat dunia.


