Mataram: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Mataram bersama anggota DPR RI Nanang Samodra menggelar sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di Aula Abdurrahim Universitas Islam Al-Azhar Mataram, Jumat (19/9/2025). Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Jumat, 19/09/2025

Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., membuka acara secara resmi dan menekankan bahwa KBC merupakan ikhtiar membangun harmoni dan merawat keberagaman di tengah masyarakat yang plural. “Kurikulum Berbasis Cinta ini menjadi jembatan untuk menyatukan kita semua. Sunnatullah, kita diciptakan berbeda-beda. Karena itu, perbedaan harus dirawat dengan cinta agar melahirkan kehidupan yang harmonis,” ujarnya. Menurutnya, KBC sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo yang menekankan penguatan pendidikan dan pembangunan karakter bangsa.
Dr. Ir. H. Nanang Samodra KA., M.Sc., anggota DPR RI dari dapil NTB II sekaligus narasumber utama, menegaskan perlunya perubahan paradigma dalam dunia pendidikan. Ia mengingatkan bahwa guru bukan hanya dituntut menunjukkan kehebatannya, melainkan mengarahkan murid agar tumbuh hebat. “Berbasis cinta itu penting. Jangan hanya terpaku pada nilai ujian. Evaluasi sejati adalah proses yang berkelanjutan. Guru harus mendorong murid untuk hebat, bukan sekadar menunjukkan kehebatannya sendiri,” paparnya. Legislator yang juga Ketua Yayasan Pesantren Luhur Al-Azhar Mataram ini menambahkan, pendidikan berbasis cinta akan melahirkan keterampilan, kreativitas, dan karakter murid sehingga siap menghadapi tantangan global.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pokjawas Madrasah NTB, Dr. Abdul Hamid, M.Ag., menegaskan bahwa KBC hadir untuk mengembalikan cinta sebagai dasar pendidikan. Menurutnya, cinta bukan sekadar emosi, tetapi sebuah komitmen, pengorbanan, sekaligus penghubung antara manusia dengan dirinya, sesama, alam, dan Tuhan. “Kurikulum ini diarahkan untuk membentuk insan humanis, toleran, naturalis, dan nasionalis melalui pembelajaran berbasis proyek, penilaian proses, serta kegiatan sosial dan lingkungan,” jelasnya.
Kementerian Agama RI menaruh harapan besar agar KBC yang disosialisasikan melalui sinergi UIN Mataram, DPR RI, dan KSKK ini menjadi fondasi pendidikan Islam yang lebih inklusif, berkarakter, dan kontekstual dengan tantangan zaman. Dengan semangat cinta sebagai basis, pendidikan diharapkan tidak hanya membangun kecerdasan intelektual, tetapi juga menghidupkan hati dan menyalakan api harmoni dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.Adita@Humas


