MATARAM: Tim Keuangan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Mataram melaksanakan kunjungan benchmarking ke Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) sebagai upaya memperkuat sistem pengelolaan serta pelaporan keuangan yang akuntabel, transparan, dan sesuai dengan standar tata kelola perguruan tinggi.

Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat lantai 1 FTIK UINSA, Jalan Ahmad Yani No.117 Surabaya, Kamis (21/05/2026), menjadi wadah silaturahmi sekaligus forum berbagi pengalaman antarperguruan tinggi dalam pengembangan manajemen keuangan yang efektif dan profesional.
Wakil Dekan II FTK UIN Mataram, Dr. Muhammad Taisir, M.Ag., menyampaikan bahwa benchmarking tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas tata kelola institusi, khususnya pada aspek pengelolaan keuangan.
“Benchmarking ini menjadi bagian dari komitmen FTK UIN Mataram untuk terus belajar, melakukan evaluasi, dan memperkuat tata kelola keuangan yang transparan serta profesional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembahasan utama dalam pertemuan tersebut mencakup mekanisme pengelolaan keuangan secara menyeluruh, mulai dari proses penerimaan, pengelolaan anggaran, hingga sistem pelaporan sesuai regulasi yang berlaku.
Menurutnya, kegiatan berbagi praktik baik (best practices) antarinstitusi sangat penting agar masing-masing perguruan tinggi dapat mengadopsi sistem pengelolaan yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan organisasi.

“Kami berharap melalui forum ini, kedua institusi dapat saling bertukar pengalaman dan mengadopsi praktik terbaik guna meningkatkan kualitas manajemen pengelolaan keuangan di lingkungan kampus,” tambah Dr. Taisir.
Kegiatan benchmarking dibuka secara resmi oleh Dekan FTIK UINSA, Prof. Dr. H. Muhammad Thohir, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi antarsesama Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) sebagai upaya memperkuat akuntabilitas dan transparansi tata kelola institusi.
Menurut Prof. Thohir, kunjungan FTK UIN Mataram tidak hanya menjadi agenda silaturahmi, tetapi juga langkah konkret untuk membangun sinergi dalam pengembangan sistem kerja yang lebih efektif.
“Momentum seperti ini penting untuk saling bertukar perspektif, memperkuat tata kelola, serta meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan agar semakin transparan dan akuntabel. Semoga kolaborasi ini memberikan manfaat bagi kemajuan institusi kita bersama,” ungkapnya.
Selain penguatan tata kelola keuangan, benchmarking ini juga membahas pengelolaan administrasi Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG). Melalui kunjungan tersebut, FTK UIN Mataram berupaya menyempurnakan standar layanan, meningkatkan ketepatan administrasi, serta memperkuat efektivitas pengelolaan program agar sejalan dengan perguruan tinggi rujukan nasional yang telah terakreditasi unggul.
Dr. Taisir menegaskan bahwa benchmarking menjadi bagian dari agenda transformasi tata kelola di lingkungan FTK UIN Mataram, mencakup layanan administrasi, keuangan, akademik, kemahasiswaan, hingga pengelolaan Barang Milik Negara (BMN).
“Kami ingin memastikan seluruh layanan di Fakultas Tarbiyah berjalan dengan standar yang baik, efisien, modern, dan profesional. Benchmarking ini bukan sekadar kunjungan, tetapi wujud komitmen dalam pengembangan institusi agar mampu menghadirkan layanan yang semakin berkualitas,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil benchmarking akan ditindaklanjuti melalui penyusunan rekomendasi internal, penyempurnaan standar operasional prosedur (SOP), serta pengembangan sistem kerja yang lebih terintegrasi antarsatuan kerja. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kinerja fakultas dalam mendukung visi UIN Mataram sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul dan berdaya saing.


