MATARAM: Komitmen memperkuat jejaring akademik dan memperluas kolaborasi internasional terus dilakukan oleh UIN Mataram bersama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui forum akademik internasional yang mengangkat isu-isu strategis peradaban global.

Kegiatan tersebut menghadirkan para akademisi, peneliti, dosen, dan pimpinan perguruan tinggi untuk mendiskusikan berbagai tantangan dunia kontemporer, khususnya terkait perubahan iklim, hegemoni teknologi, transformasi sosial, dan respon keilmuan Islam terhadap dinamika global abad ke-21.

Rektor Prof. DR. H. Masnun Tahir menegaskan bahwa sinergi akademik antarperguruan tinggi Islam menjadi langkah penting dalam memperkuat kontribusi keilmuan Islam di tengah perubahan dunia yang semakin kompleks dan multidimensional.

“Perguruan tinggi Islam tidak boleh hanya menjadi penonton perubahan zaman. Kampus harus hadir membangun dialog keilmuan, memperkuat riset kolaboratif, dan menawarkan solusi atas berbagai persoalan global yang dihadapi umat manusia,” ujarnya.

Forum internasional tersebut juga menjadi ruang strategis untuk mempertemukan perspektif akademik lintas disiplin dalam membahas hubungan antara agama, lingkungan, teknologi, dan masa depan peradaban manusia.

Dalam salah satu sesi diskusi, isu perubahan iklim dan hegemoni teknologi menjadi perhatian utama. Para peserta menilai bahwa krisis ekologis dan dominasi teknologi digital saat ini bukan sekadar persoalan teknis, tetapi juga menyangkut dimensi etika, spiritualitas, dan kemanusiaan.

Studi Islam dipandang memiliki peran penting dalam menghadirkan pendekatan yang integratif melalui penguatan etika lingkungan, pengembangan ekoteologi, hingga formulasi nilai-nilai moral dalam penggunaan teknologi dan kecerdasan buatan.

Melalui kegiatan ini, kedua perguruan tinggi berharap dapat terus membangun kolaborasi yang produktif dalam memperkuat peran kampus Islam sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang humanis, moderat, dan berorientasi pada kemaslahatan global.

Sinergi akademik internasional tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah besar menuju penguatan reputasi perguruan tinggi Islam Indonesia di tingkat dunia, sekaligus menegaskan bahwa nilai-nilai Islam tetap relevan dalam menjawab berbagai persoalan peradaban modern. Adita@Humas-ppid