Humas (7/4/2026) — Rektor UIN Mataram memberikan respon tegas dan penuh komitmen terhadap implementasi gerakan transformasi budaya kerja serta gerakan hemat energi yang digaungkan oleh Kementerian Agama RI. Kedua gerakan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam mewujudkan tata kelola institusi yang lebih adaptif, efisien, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Dalam keterangannya, Rektor menegaskan bahwa transformasi budaya kerja bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku nyata seluruh sivitas akademika. Nilai-nilai integritas, profesionalitas, inovasi, serta pelayanan prima harus menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas dan fungsi kelembagaan.

“Transformasi budaya kerja adalah keniscayaan. Kita tidak bisa lagi bekerja dengan pola lama. Dibutuhkan cara baru, semangat baru, dan komitmen bersama untuk menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas dan berdampak,” ujarnya.

Selain itu, gerakan hemat energi juga menjadi perhatian serius kampus sebagai bagian dari tanggung jawab terhadap lingkungan dan efisiensi anggaran. Rektor mengajak seluruh unit kerja untuk mulai menerapkan kebiasaan sederhana seperti penghematan listrik, penggunaan fasilitas secara bijak, serta pemanfaatan teknologi ramah lingkungan.

Menurutnya, gerakan ini sejalan dengan upaya menciptakan kampus hijau (green campus) yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.

Rektor juga menekankan bahwa keberhasilan kedua gerakan tersebut sangat bergantung pada partisipasi aktif seluruh elemen kampus. Oleh karena itu, diperlukan sinergi, konsistensi, serta penguatan budaya organisasi yang mendukung perubahan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional ini, UIN Mataram siap menjadi bagian dari agen perubahan di lingkungan Kementerian Agama RI dengan mengedepankan inovasi dan keteladanan.

Dengan semangat:

#kitamulaicarabaru
#carabarukemenag

diharapkan seluruh insan kampus dapat bergerak bersama membangun budaya kerja yang lebih baik dan berkelanjutan.@humas