JAKARTA: Musyawarah Nasional XI Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tahun 2025 menghadirkan momen yang menghangatkan ruang kebangsaan Indonesia. Dari forum keulamaan tertinggi yang mempertemukan para tokoh agama dan cendekiawan se-Nusantara itu, nama Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag. kembali mencuat sebagai figur yang dipercaya untuk mengambil peran strategis. Rektor UIN Mataram yang juga Ketua DPW Nahdlatul Ulama NTB tersebut resmi ditetapkan sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat Masa Khidmat 2025–2030. Senin, 24/11/2025
Keputusan ini disambut penuh rasa syukur oleh Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir. Beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada para ulama atas amanah besar yang kembali diembankan kepadanya. Baginya, kepercayaan ini bukan sekadar jabatan, tetapi panggilan untuk memperluas pengabdian, memperkokoh pelayanan kepada umat, dan menjaga jembatan persatuan di tengah tantangan zaman.
“Ini tanggung jawab besar sekaligus anugerah yang patut disyukuri. Amanah ini menjadi dorongan bagi saya untuk berhidmat lebih luas, memberikan manfaat bagi umat, serta memperkuat peran ulama dalam menjaga harmoni kehidupan bangsa,” ujarnya dengan nada tenang namun penuh keyakinan.
Ada makna yang lebih dalam dari keterpilihan ini: representasi kawasan timur Indonesia kian menguat di panggung nasional. Prof. Masnun menegaskan bahwa penugasan ini membawa suara NTB dan wilayah timur ke garis depan percakapan nasional tentang nilai keislaman, kemanusiaan, dan kebangsaan.
“Penugasan ini bukan hanya untuk pribadi, tetapi cermin kepercayaan masyarakat wilayah timur. Harapannya, aspirasi umat dari kawasan timur dapat semakin terakomodasi dalam kebijakan dan pemikiran keulamaan di tingkat nasional,” tuturnya.
Munas XI MUI 2025 sendiri berlangsung dinamis, para ulama dari seluruh penjuru negeri berdiskusi, menimbang tantangan kontemporer, dan merumuskan arah MUI lima tahun mendatang. Isu-isu keumatan, etika sosial, perkembangan teknologi, hingga penguatan moderasi beragama menjadi bahasan utama yang mewarnai setiap sesi sidang.
Dengan masuknya Prof. Masnun dalam jajaran Dewan Pertimbangan MUI Pusat, harapan baru muncul. Kombinasi pengalaman akademik, kepemimpinan ormas, dan sensitivitas sosial yang ia miliki diyakini mampu memberi warna baru pada dinamika keulamaan nasional. Kehadirannya menambah energi segar bagi MUI dalam menghadapi arus perubahan yang cepat, khususnya di era digital dan transformasi sosial yang semakin kompleks. Adita@Humas-ppid


