MATARAM: SDGs Universitas Islam Negeri Mataram mampu menunjukkan komitmennya sebagai pelopor kampus berkelanjutan dengan menggelar Workshop Implementasi K3 dan Keberlanjutan Lingkungan: Dari Ide ke Aksi, Kegiatan yang dibuka langsung oleh Rektor, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara keselamatan kerja, kesehatan lingkungan, dan nilai-nilai Islam dalam tata kelola kampus hijau. Selasa, 28/10/2025

Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa K3 dan keberlanjutan bukan sekadar regulasi, melainkan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual lembaga pendidikan Islam terhadap alam. “Kampus harus menjadi laboratorium peradaban hijau. Kita mulai dari hal kecil, tetapi berdampak besar bagi generasi yang akan datang,” ujar Rektor.
Didampingi Wakil Rektor II, Prof. Dr. H. Muhammad Saleh., Rektor sekaligus meluncurkan program unggulan SDGs UIN Mataram ‘Kampus BASIRA’ — Bersih, Asri, Sehat, Islami, dan Ramah Lingkungan sebagai langkah konkret memperkuat implementasi SDGs di lingkungan perguruan tinggi Islam.
Ketua SDGs Center UIN Mataram, Dewi Sartika Nasution, M.Si., menjelaskan bahwa selama dua tahun terakhir, SDGs Center telah melaksanakan berbagai kegiatan capacity building, penguatan kelembagaan, dan benchmarking tata kelola keberlanjutan di tingkat nasional. “Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah menuju Green Campus berangkat dari pengetahuan, kolaborasi, dan semangat perubahan,” tuturnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan dua narasumber ahli, yakni Irwan Sastrawan, ST., MM. dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB yang memaparkan implementasi K3 di sektor pendidikan, serta Dr. Ika Y. Sapitri dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB yang menyoroti pentingnya lingkungan kerja sehat dan produktif di kampus.
Rektor menutup kegiatan dengan optimisme bahwa UIN Mataram siap menjadi tuan rumah Kongres dan Simposium Nasional Ecoteologi PTKIN pertama di Indonesia pada tahun depan. “Kita tidak hanya ingin menjadi kampus hijau, tetapi kampus yang menumbuhkan kesadaran ekoteologis menuju peradaban yang lestari,” tegasnya.
Dengan semangat UIN Berdampak untuk Indonesia Berkelanjutan, kegiatan ini menjadi simbol bahwa keberlanjutan lingkungan bukan lagi wacana, tetapi gerakan nyata yang berakar dari kampus menuju peradaban hijau nasional. Adita@Humas


