Mataram : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Mataram menggelar Studium Generale dengan tema “Islam, Pendidikan Tinggi dan Pengembangan Saintek di Pascasarjana” yang menghadirkan Prof. Ahmad Najib Burhani, MA., Ph.D., Dalam acara ini, Prof. Burhani memberikan pemaparan mengenai pentingnya sains dan teknologi sebagai bagian dari budaya yang dikreasikan oleh manusia, yang mencerminkan refleksi masyarakat dan diwujudkan dalam karya nyata untuk kemaslahatan umat manusia. Jumat, 14/02/2025

Prof. Burhani menekankan bahwa sains dan teknologi harus dianggap sebagai produk budaya yang terus berkembang. “Manusia harus menjadi pusat dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Semua yang dikembangkan harus berdampak untuk kebaikan umat manusia,” jelasnya. Salah satu konsep penting yang disampaikan adalah “etno-technology”, yakni pengakuan terhadap keragaman teknologi yang muncul dari latar belakang budaya yang berbeda, yang harus dijaga, dikembangkan, dan diperkenalkan ke dunia internasional.

Di samping itu, Prof. Burhani menyoroti potensi Indonesia dalam bidang bioteknologi, keanekaragaman hayati, teknologi maritim, serta potensi alam lainnya yang perlu didorong untuk diakui secara global. “Kita harus menjadi tuan rumah di rumah sendiri,” ujarnya, mengingat pentingnya fokus perguruan tinggi dalam pengembangan sains dan teknologi yang berorientasi pada kemajuan bangsa.

Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag. , dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Prof. Ahmad Najib Burhani yang telah meluangkan waktu untuk berbagi ilmu dengan mahasiswa Pascasarjana UIN Mataram. “Kami sangat berterima kasih kepada Prof. Burhani atas kesediaannya untuk menyapa dan memberikan wawasan berharga kepada mahasiswa Pascasarjana kami. Kehadiran beliau memberikan inspirasi besar dalam mengembangkan sains dan teknologi di Indonesia, khususnya dalam konteks pendidikan tinggi,” ujar Rektor.

Rektor juga memberikan apresiasi kepada Direktur Pascasarjana Prof Dr TGH Fahrurrozi, MA. beserta seluruh jajaran yang telah sukses menggelar dua forum berskala nasional dalam minggu ini. “Ini merupakan pencapaian luar biasa, karena dalam waktu yang singkat, dua forum bergengsi berhasil dilaksanakan, menghadirkan narasumber-narasumber handal yang memberikan kontribusi positif bagi pengembangan pendidikan dan ilmu pengetahuan di Indonesia,” tambah Rektor.

Dalam kesempatan ini, Prof. Masnun juga menekankan pentingnya pendidikan tinggi dalam menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masa depan bangsa. Pengembangan kurikulum dan pembukaan program studi yang sesuai dengan perkembangan industri, terutama dalam sektor pangan, maritim, wisata, medis, dan pertahanan, menjadi langkah strategis dalam mendukung kemajuan Indonesia.

Dalam paparan materinya juga Prof. Burhani menyampaikan pentingnya perhatian terhadap karakteristik Nusantara dalam penerapan teknologi. Dalam konteks pembangunan daerah pelosok, beliau mengingatkan bahwa teknologi harus memperhatikan kearifan lokal, agar tidak terjadi eksploitasi sumber daya alam yang merugikan masyarakat setempat. Pengembangan teknologi berbasis Science, Technology & Society (STS) akan menjadi kunci dalam menciptakan solusi yang lebih berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Lebih lanjut, Prof. Burhani mengungkapkan tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia dalam menghadapi globalisasi sains dan teknologi, termasuk dalam bidang AI (Artificial Intelligence) dan bioteknologi. Ia menekankan bahwa umat Islam perlu memiliki ulama yang menguasai bidang-bidang ini, agar dapat menjaga relevansi Islam dalam peradaban masa depan yang semakin didominasi oleh teknologi. “Kita membutuhkan cyborg islami masa depan: manusia yang setengah ulama, setengah saintis, dan setengah umara, yang akan menjadi penyelamat peradaban Islam,” ujarnya.

Sebagai penutup, Prof. Burhani menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang siap menghadapi tantangan global dan mengembangkan teknologi yang tepat guna bagi Indonesia. Fokus pada bidang-bidang seperti global halal center, bio-teknologi, dan kehalalan menjadi sangat penting untuk mendukung Indonesia sebagai pemimpin dalam industri global yang berorientasi pada kesejahteraan umat manusia. Adita@Humas