Mataram : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Mataram dengan bangga menyelenggarakan Konferensi Internasional yang menghadirkan Prof. Dr. Nahla Shabri Al-Sa’idy, Penasehat Grand Syekh Al-Azhar, sebagai pembicara utama. Konferensi ini mengusung tema “Peran Perempuan Muslim dalam Masyarakat Multikulturalisme: Pengalaman dan Tantangan”, dengan tujuan mendiskusikan isu-isu penting terkait peran perempuan dalam masyarakat multikultural serta tantangan yang dihadapi oleh perempuan Muslim dalam konteks global saat ini. Kamis, 13/02/2025

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Nahla menyampaikan salam hangat dari Grand Syekh Al-Azhar kepada Rektor UIN Mataram dan seluruh civitas akademika kampus. Sebagai bagian dari kontribusinya dalam membangun hubungan antar lembaga pendidikan tinggi internasional, beliau menyampaikan rasa bangga dan harapan untuk terus berkolaborasi dengan UIN Mataram dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan riset.

Mengawali materinya beliau menekankan pentingnya peran perempuan dalam menentukan nasib suatu masyarakat, bangsa, dan negara. “Kerusakan dan kemerosotan moral dalam masyarakat sering kali berawal dari keterpurukan moral perempuan. Masyarakat terbentuk dari keluarga, dan perempuan, sebagai ibu rumah tangga, memegang peran sentral dalam membentuk karakter masyarakat itu sendiri,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa ajaran Islam tentang perempuan tidak dapat dipahami hanya secara tekstual, tetapi harus dilihat dalam konteks yang lebih luas, mencakup waktu dan tempat. Pemahaman yang sempit atau tekstual semata tidak akan mencerminkan nilai-nilai Islam yang sesungguhnya, terutama terkait dengan peran perempuan.

Prof. Dr. Nahla juga berbicara tentang pentingnya moderasi beragama dalam menghadapi tantangan multikulturalisme. Di Universitas Al-Azhar, yang menampung mahasiswa dari 137 negara, nilai dialog, toleransi, dan saling memahami antarbudaya sangat dijunjung tinggi. “Islam sebagai agama yang komprehensif mengatur semua aspek kehidupan, termasuk peran perempuan. Pemahaman yang baik tentang Islam adalah yang moderat, yang dapat diterapkan dalam kehidupan multikultural,” jelasnya.

Prof. Nahla juga mengingatkan tentang pentingnya penghormatan terhadap hak perempuan, terutama di negara-negara dengan mayoritas non-Muslim, di mana perempuan sering kali mendapat tekanan, intimidasi, atau kekerasan fisik maupun non-fisik terkait dengan pemakaian hijab. Dalam kondisi seperti itu, menurutnya, tidak masalah jika perempuan memilih untuk tidak mengenakan hijab, selama keputusan tersebut dilakukan dengan pertimbangan yang matang dan dalam rangka menjaga keselamatan serta kebebasan pribadi.

Lebih lanjut, Prof. Nahla menyatakan bahwa kehidupan sosial ibarat kapal yang berlayar di tengah lautan yang penuh tantangan. Agar kapal tersebut dapat selamat, setiap orang di dalamnya harus mengambil peran sesuai dengan kapasitasnya. “Perempuan memiliki peran penting dalam menjaga masyarakat agar tetap selamat dan berdaya,” tegasnya.

Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag. dalam sambutannya menyambut baik dan mengapresiasi kedatangan Prof. Dr. Nahla Shabri Al-Sa’idy ke UIN Mataram. Beliau menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan momen yang sangat penting karena pada hari yang sama, UIN Mataram mengukuhkan empat Profesor/Guru Besar.

Rektor juga menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan balasan atas pengiriman lima dosen UIN Mataram yang diberangkatkan untuk mempelajari peluang riset dan pengabdian internasional di Universitas Al-Azhar dan perguruan tinggi lainnya di Mesir.

“UIN Mataram saat ini terus berupaya untuk memperkuat posisi sebagai perguruan tinggi berdaya saing internasional. Kami baru saja meraih akreditasi unggul dan sedang mempersiapkan akreditasi internasional sesuai dengan visi yang kami usung,” ujar Rektor.

Lebih lanjut Rektor juga menyampaikan sejumlah pencapaian UIN Mataram, termasuk keberhasilan meraih 54 Profesor, pengembangan Pascasarjana yang kini membuka jenjang S2 dan S3 dengan berbagai program studi, serta eksistensi jurnal internasional yang terindeks Scopus, yaitu ULUMUNA.

Konferensi ini diharapkan dapat memperkaya wawasan dan pemahaman terkait peran perempuan dalam masyarakat multikultural serta mendukung terwujudnya perdamaian dan toleransi antarbudaya. UIN Mataram terus berkomitmen untuk menjadi wadah pendidikan yang inklusif dan berdaya saing global, serta terus berkontribusi dalam dialog antaragama dan antarbudaya di dunia. Adita@Humas