Mataram : Universitas Islam Negeri Mataram melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) telah merampungkan terjemahan Al-Qur’an dalam Bahasa Mbojo (Bima). Inisiatif ini merupakan bagian dari kerja sama antara UIN Mataram dan Puslitbang Khazanah Lektur, Keagamaan, dan Penataan Organisasi Kementerian Agama RI. Terjemahan ini dapat diakses oleh publik melalui aplikasi digital di Google Play Store.


Koordinator Pelaksana, Dr. Muhammad Sa’i, MA, menjelaskan bahwa penerjemahan ini dimulai pada tahun 2021 melalui serangkaian diskusi dan lokakarya, melibatkan para ahli bahasa dan budaya Bima. Tahap penerjemahan dimulai pada 2022 oleh Tim Penerjemah yang dikoordinir oleh Dr. H. Mukhlis, M.Ag., dan dibantu oleh beberapa akademisi terkemuka seperti Prof. Atun Wardatun, Ph.D., dan Prof. Dr. Abdul Wahid, M.Ag. Pada tahun 2023, hasil terjemahan divalidasi oleh para ulama, akademisi, dan budayawan Bima untuk memastikan akurasi bahasa dan relevansi budaya.
Mantan Kepala Puslitbang Khazanah Lektur, Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, mengungkapkan bahwa penerjemahan Al-Qur’an ke bahasa daerah merupakan langkah penting dalam memajukan kebudayaan lokal dan melestarikan kearifan lokal. Selain bahasa Bima, Kementerian Agama juga mendukung penerjemahan Al-Qur’an ke bahasa-bahasa lain seperti Sunda, Palembang, dan Mandar.


Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. TGH. Masnun Thahir, M.Ag., menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian Agama RI, pemerintah daerah, dan seluruh tim yang terlibat dalam proyek ini. Beliau berharap penerjemahan Al-Qur’an ke dalam bahasa Sumbawa akan menjadi proyek lanjutan, mengingat pentingnya warisan keagamaan dan budaya di Nusa Tenggara Barat. Peluncuran terjemahan ini menandai tonggak penting dalam upaya mendekatkan ajaran Islam kepada masyarakat Bima melalui bahasa dan budaya lokal. Adita@Humas