Berita Humas: Yusro Atiah adalah mahasiswa angkatan 2016 yang kini menempuh sidang skripsi sebagai syarat terakhir untuk mendapat gelar sarjana pendidikan di bidang pendidikan matematika. Kamis (2101)

Yusro Atiyah salah satu mahasiswa yang memiliki keterbatasan pada indera pendengaran dan kemampuan kognitif yang tidak dapat merespon informasi secara komplek. Namun semangat untuk menyelesaiakn studi dengan baik dan secara normal di program studi tadris matematika FTK UIN Mataram.  

Alkusairi sangat mengapresiasi kesuksesan Yusro Atiah yang kini telah membuktikan kemampuannya untuk mengikuti seluruh proses, prosedur standar meski mahasiswa tersebut tergolong sebagai mahasiswa yang berkebutuhan khusus. Selama Proses sidang skripsi berlangsung, yang bersangkutan telah mampu mempresentasikan dan berdiskusi dengan dewan penguji secara baik.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Pak Samsul Irpan selaku penguji pertama “Secara kemampuan, Yusro Atiah mampu mempertanggungjawabkan karya ilmiahnya dengan baik, hal tersebut terlihat dari bagaimana dia mampu menjelaskan kepada kami seluruh proses dan temuan penelitiannya”.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh penguji kedua Pak Erpin Evendi “Ketika kita menanyakan tentang konten matematika yang terdapat pada isi skripsinya, Yusro Atiah mampu menjawab dengan benar, meskipun secara prosedur penyelesaian masalah dia harus menjelaskan secara pelan-pelan, karena ketika proses penyelesaian masalah matematika melibatkan beberapa materi prasyarat dia harus mengingatnya secara perlahan, agar penyelesaiannya bernilai benar”.

Lancarnya proses ujianskripsi yang diikuti juga tidak terlepas dari bimbingan Ibu Kristayulita selaku pembimbing pertama dan Pak sofyan Mahfudy selaku pembimbing kedua.  Sebelum proses ujian berlangsung, pembimbing juga mengajak penguji untuk menyepakati tekhnis pelaksanaan ujian kaitannya dengan pola komunikasi yang harus digunkan sesuai dengan keterbatasan yang dimiliki oleh mahasiswa yang akan diuji.

Selamat dan sukses untuk Yusro Atiah yang telah gigih berjuang untuk menjadi sarjana matematika UIN Mataram, do’a dan harapan orangtua, dan keluarga serta dengan bimbingan para dosen selama kuliah kini telah membuahkan hasil yang sangat membanggakan. (Alkusairi-Adita@Humasuinma)