MATARAM: Semangat inovasi dan rasa syukur menyelimuti Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram. Di bawah kepemimpinan Rektor Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., kampus ini kembali mencatat sejarah dengan diterbitkannya izin dua program studi baru di bidang kesehatan: Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Keperawatan Anestesiologi. Keduanya menjadi penanda penting dalam perjalanan UIN Mataram menuju pendirian Fakultas Kesehatan dan penguatan visi sebagai Kampus Berkelas Dunia (World Class University). Jumat, 17/10/2025

Dalam pernyataannya, Rektor menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas capaian tersebut. “Alhamdulillah, ya Allah, izin program studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Keperawatan Anestesiologi telah diterbitkan. Ini adalah hadiah Jumat berkah untuk kita semua. Dengan demikian, sudah tiga program studi kesehatan yang keluar izinnya bulan ini. Sebuah langkah strategis menuju terbentuknya Fakultas Kesehatan UIN Mataram,” ungkapnya penuh haru.
Prof. Masnun menegaskan bahwa penambahan dua prodi baru ini bukan sekadar ekspansi akademik, melainkan transformasi paradigmatik dalam pengembangan keilmuan UIN Mataram. “Kita sedang membangun sistem pendidikan kesehatan yang tidak hanya fokus pada keterampilan medis, tetapi juga membentuk kepribadian spiritual dan moral mahasiswa. Integrasi antara ilmu kedokteran, nilai-nilai keislaman, dan etika kemanusiaan menjadi ruh utama pendidikan kita,” ujarnya.
Lebih jauh, Rektor menjelaskan bahwa pendidikan kesehatan di UIN Mataram diarahkan untuk menjadi pendidikan yang holistik, humanis, dan berkelanjutan (sustainable education). Ia menekankan bahwa pengembangan kurikulum kesehatan harus berpijak pada nilai rahmatan lil ‘alamin yaitu keilmuan yang membawa manfaat bagi seluruh alam semesta. “Fakultas Kesehatan nanti diharapkan menjadi pusat integrasi ilmu kedokteran modern dengan spiritualitas Islam. Kita ingin melahirkan tenaga kesehatan yang bukan hanya ahli, tapi juga berhati nurani,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Rektor menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi hingga terbitnya izin dua program studi baru tersebut. “Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Menteri Agama, Sekretaris Jenderal, Dirjen Pendidikan Islam, serta seluruh jajaran Direktorat Diktis. Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada seluruh pimpinan UIN Mataram, mulai dari Wakil Rektor hingga staf, atas kerja keras dan kebersamaan dalam mengantarkan kampus ini menuju tahap yang lebih tinggi,” ucapnya.
Dengan bertambahnya dua prodi baru ini, UIN Mataram kini meneguhkan komitmennya untuk menjadi pusat keunggulan pendidikan Islam terpadu di bidang kesehatan di Indonesia bagian timur. Langkah ini sekaligus memperluas peran universitas dalam mencetak tenaga kesehatan profesional yang kompeten, beretika, dan berjiwa Islami.
Penambahan Prodi K3 dan Keperawatan Anestesiologi menjadi tonggak baru dalam perjalanan UIN Mataram menuju universitas bereputasi internasional. Melalui pengembangan ilmu yang terintegrasi antara sains dan nilai-nilai keagamaan, kampus ini bertekad memperkuat kontribusinya dalam membangun masyarakat yang sehat, cerdas, moderat, dan berkeadaban.
“Semoga dengan lahirnya dua program studi baru ini, UIN Mataram semakin diberkahi, semakin produktif, dan semakin kokoh dalam mewujudkan cita-cita besar menjadi universitas Islam unggul yang melahirkan generasi pembawa rahmat bagi bangsa dan umat,” pungkas Rektor dengan penuh optimisme.. Adita@Humas


