MATARAM: Universitas Islam Negeri Mataram kembali mencatat langkah penting dalam pengembangan akademik masa depan. Melalui agenda akademik bertajuk “Peluang dan Tantangan UIN Mataram Menggagas Pendirian Pendidikan Vokasi di Masa Depan”, hadir langsung Dirjen Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Tatang Muttaqin, MA., Ph.D., yang memberikan pembinaan inspiratif kepada para pimpinan universitas di ruang rapat pimpinan lantai II Gedung Rektorat.

Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., bersama para Wakil Rektor, Dekan, Direktur Pascasarjana, Ketua Lembaga, Wakil Dekan, Wakil Direktur, dan seluruh Kepala Bagian se-Universitas. Kehadiran para pimpinan ini menjadi wujud keseriusan UIN Mataram untuk menyiapkan arah baru pengembangan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri modern sekaligus berakar pada nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal.
Dalam pemaparannya, Dirjen Tatang Muttaqin menegaskan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran vital dalam menyiapkan tenaga kerja terampil, adaptif, dan berdaya saing di era digital. Pendidikan vokasi bukan sekadar melahirkan lulusan yang siap kerja, tetapi juga mencetak generasi pembelajar yang kreatif, resilien, dan mampu beradaptasi dengan perubahan industri 4.0 serta Society 5.0. Menurutnya, pendidikan vokasi harus menjadi penggerak transformasi ekonomi berbasis keterampilan dan inovasi.
Dirjen menjelaskan berbagai peluang besar yang dapat dimanfaatkan, seperti meningkatnya kebutuhan tenaga kerja terampil, perkembangan industri berbasis otomasi dan manufaktur cerdas, serta kemitraan strategis dengan dunia industri yang memperkuat relevansi kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja. Namun, di balik peluang tersebut terdapat pula tantangan besar yang perlu diantisipasi, di antaranya kesenjangan keterampilan antara lulusan dan kebutuhan industri, disrupsi teknologi yang cepat, serta persepsi masyarakat yang masih menempatkan pendidikan vokasi di bawah pendidikan akademik. Ia menekankan bahwa persepsi itu harus diubah, sebab pendidikan vokasi adalah masa depan dunia kerja yang konkret, terukur, dan berbasis kompetensi.

Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Tatang juga memaparkan data ketenagakerjaan nasional yang menunjukkan urgensi pendidikan vokasi. Dari total 216,79 juta penduduk usia kerja di Indonesia, sekitar 63,74 juta orang bukan angkatan kerja, sementara tingkat pengangguran terbuka masih mencapai 7,88 juta orang. Komposisi tenaga kerja menurut jenjang pendidikan juga menunjukkan ketimpangan yang besar, di mana mayoritas masih berlatar belakang pendidikan dasar dan menengah. Kondisi ini membuka peluang besar bagi perguruan tinggi keagamaan seperti UIN Mataram untuk menghadirkan program vokasi yang menjembatani dunia pendidikan dan dunia industri.
Lebih jauh, Dirjen menekankan bahwa pendidikan tinggi masa depan harus bersifat borderless, fleksibel, dan berbasis pengalaman kerja atau work-based learning. Proses belajar tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu, tetapi harus dirancang menyesuaikan kebutuhan pasar kerja dan gaya hidup generasi digital. Pendidikan vokasi, menurutnya, perlu mengembangkan kurikulum responsif, memperkuat kolaborasi dengan industri, serta memperluas program magang agar mahasiswa memperoleh pengalaman praktis yang relevan. Ia juga menegaskan empat dimensi penting untuk mengoptimalkan transformasi pendidikan vokasi, yakni meninjau ulang strategi dan misi kelembagaan, memperkuat organisasi, memodernisasi teknologi, dan mengadopsi model aplikasi terbaik.
Pada bagian lain, Dirjen menyoroti pentingnya karakter dosen vokasi masa depan. Ia menggambarkan sosok dosen ideal sebagai akademisi berkarakter wirausaha, yang mampu melihat peluang, berani mengambil risiko, membangun jejaring, mengubah ide abstrak menjadi karya konkret, dan memiliki ketangguhan dalam menghadapi tantangan. Menurutnya, dosen vokasi bukan hanya pengajar, tetapi juga inspirator yang menumbuhkan semangat kewirausahaan dan kemandirian intelektual bagi mahasiswa.

Menutup kegiatan tersebut, Rektor UIN Mataram Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag. menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas pembinaan yang sangat produktif, inspiratif, dan menantang. Rektor menilai bahwa arahan Dirjen menjadi motivasi kuat bagi UIN Mataram untuk segera mempersiapkan pendirian program studi vokasi umum di lingkungan kampus. “Kami menyadari bahwa masa depan perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kekuatan akademik, tetapi juga oleh kemampuan menghasilkan sumber daya manusia yang terampil dan berdaya saing. InsyaAllah, UIN Mataram akan bergegas melengkapi prodi-prodi vokasi yang sesuai dengan kebutuhan zaman,” ungkap Rektor.
Acara diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan akademik berupa buku ilmiah berjudul “PhD Piknik” dari Dirjen Tatang Muttaqin kepada Rektor UIN Mataram. Suasana penuh kehangatan dan optimisme menandai berakhirnya kegiatan ini, sekaligus menegaskan tekad UIN Mataram untuk menjadi kampus Islam modern yang siap bertransformasi menghadapi tantangan global melalui penguatan pendidikan vokasi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing tinggi. Adita@Humas


