MATARAM: Momentum peringatan Dies Natalis ke-59 Universitas Islam Negeri Mataram berlangsung penuh khidmat dan inspiratif melalui Sidang Senat Terbuka yang digelar di Auditorium Rektorat, Acara puncak peringatan tahun ini terasa semakin istimewa dengan kehadiran Duta Besar Republik Arab Suriah untuk Indonesia, Abdulmonem Annan, yang turut memberikan sambutan dalam bahasa Arab dan menyampaikan kekagumannya terhadap atmosfer pendidikan Islam di UIN Mataram. Jumat, 24/10/2025

Dalam sambutannya, Dubes Abdulmonem Annan menyatakan rasa hormat dan kehormatan dapat hadir dalam keluarga besar UIN Mataram di hari bersejarah ini. Ia menilai UIN Mataram sebagai representasi kampus Islam yang mampu memadukan tradisi pesantren dengan semangat modernitas akademik. “Saya kagum dengan suasana ilmiah dan spiritual di UIN Mataram. Kampus ini menunjukkan harmoni antara ilmu, iman, dan budaya. Saya merasa terhormat menjadi bagian dari momentum penting ini,” ungkapnya dalam bahasa Arab yang diterjemahkan oleh penerjemah resmi dan disambut tepuk tangan hangat para peserta sidang.
Sementara itu, Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., dalam pidato tahunan rektor, menegaskan bahwa usia ke-59 bukan sekadar angka, melainkan simbol kematangan dan komitmen UIN Mataram untuk terus bertransformasi menjadi kampus unggul berdaya saing global. “Dies Natalis tahun ini kita jadikan momentum untuk merajut prestasi dan menatap masa depan. Kita ingin menjadikan UIN Mataram sebagai Kampus Peradaban Dunia yang memadukan nilai-nilai Islam, keilmuan, dan kemanusiaan,” ujarnya.

Dalam laporannya, Rektor juga menguraikan berbagai capaian strategis UIN Mataram selama setahun terakhir. Di antaranya peningkatan prestasi sivitas akademika baik dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa di tingkat nasional dan internasional, penambahan guru besar baru, serta keluarnya izin dua program studi baru yang menjadi langkah awal berdirinya Fakultas Kesehatan dan Kedokteran UIN Mataram.
Rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-59 telah berlangsung sejak 20 Oktober 2025, dengan berbagai kegiatan akademik, sosial, dan spiritual. Kegiatan tersebut meliputi Seminar Nasional, Khotmil Qur’an, Penanaman Pohon, Zikir dan Doa Kebangsaan, Bhakti Sosial Donor Darah, Pemeriksaan Kesehatan Fisik dan Mental, serta Expo Kemandirian Pesantren.

Puncak peringatan juga ditandai dengan Launching ASTA PRIMAoleh Menteri Agama Republik Indonesia, yang menjadi panduan nilai dan perilaku unggul bagi seluruh sivitas akademika. Nilai-nilai dalam ASTA PRIMA diharapkan menjadi ruh baru bagi transformasi kelembagaan UIN Mataram menuju universitas Islam terkemuka yang berintegritas, adaptif, dan inovatif.
Peringatan Dies Natalis ke-59 ini menjadi refleksi perjalanan panjang UIN Mataram sebagai pusat keilmuan Islam yang terus berkembang dalam menjaga tradisi pesantren sekaligus menembus batas globalisasi ilmu pengetahuan. Dengan semangat kebersamaan, inovasi, dan dedikasi, UIN Mataram menatap masa depan sebagai kampus terkemuka yang melahirkan generasi berkarakter, berdaya saing, dan berkontribusi bagi peradaban dunia.Adita@Humas


