Mataram: Universitas Islam Negeri Mataram kembali menorehkan catatan prestisius di kancah nasional. Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam tentang Penerima Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit (MORA The AIR Funds Program), UIN Mataram berhasil menjadi perguruan tinggi dengan jumlah penerima terbanyak di lingkungan Kementerian Agama. Selasa, 09/09/2025

Sebanyak tujuh kelompok riset UIN Mataram dinyatakan lolos seleksi dengan total dana pendanaan mencapai Rp1.350.000.000. Skema pendanaan ini bersifat multiyears, yang memberikan kesempatan bagi para peneliti untuk merancang, mengimplementasikan, sekaligus mengembangkan riset secara berkelanjutan. Hasil riset tersebut diharapkan tidak hanya menambah khasanah akademik, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata atas persoalan masyarakat dan memperkuat posisi UIN Mataram sebagai kampus riset unggul.
Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh dosen peneliti yang telah mengharumkan nama institusi. “Keberhasilan ini adalah bukti nyata kerja keras, dedikasi, dan komitmen sivitas akademika UIN Mataram dalam mengembangkan tradisi riset yang berkualitas. Saya merasa bangga karena tujuh kelompok riset yang lolos tidak hanya membawa nama baik kampus, tetapi juga menjadi bagian penting dari kontribusi perguruan tinggi Islam dalam pembangunan ilmu pengetahuan nasional,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa pencapaian ini sejalan dengan visi besar UIN Mataram untuk menjadi research university yang berorientasi pada kemajuan bangsa dan kemanusiaan. “Pendanaan riset ini adalah modal intelektual yang sangat strategis. Kami mendorong para peneliti agar mampu menghasilkan riset yang inovatif, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung agenda Indonesia Emas 2045. Dengan dukungan dana multiyears, kita punya kesempatan lebih besar untuk menghasilkan karya yang monumental dan berdampak luas,” tambahnya.
Dengan pencapaian ini, UIN Mataram tidak hanya memperlihatkan kapasitas akademiknya, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat riset unggulan di Indonesia Timur. Keberhasilan tujuh kelompok riset tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi sivitas akademika lainnya untuk terus meningkatkan budaya riset, memperkuat kolaborasi lintas disiplin, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa. Adita@Humas-ppid


