Rektor UIN Mataram melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) terus memperkuat pendampingan penerapan standar ISO 17025:2017 sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas Laboratorium Terpadu menuju pengakuan internasional. Kegiatan pendampingan tersebut berlangsung pada Sabtu, 9 Mei 2026 dan menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola laboratorium berbasis standar mutu global.
Dalam kegiatan itu, pihak LPM menegaskan bahwa penerapan standar ISO 17025:2017 memiliki peran penting karena mampu mengintegrasikan kompetensi teknis laboratorium dengan sistem manajemen mutu yang terukur dan akuntabel. Standar tersebut dinilai menjadi fondasi utama dalam membangun laboratorium yang profesional, kredibel, dan memiliki daya saing tinggi.
Pendampingan dilakukan untuk memastikan setiap proses pengujian laboratorium berjalan sesuai standar internasional, mulai dari validasi metode, pengendalian mutu, ketepatan prosedur pengujian, hingga kompetensi personel laboratorium yang terlibat dalam setiap layanan pengujian dan kalibrasi.

Selain itu, laboratorium juga diarahkan agar memiliki sistem ketelusuran pengukuran yang terstandar secara internasional melalui skema ILAC-MRA (International Laboratory Accreditation Cooperation Mutual Recognition Arrangement). Skema tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam menjamin hasil pengujian laboratorium dapat diterima dan diakui secara global.
Menurut tim pendamping LPM, penerapan standar ISO 17025:2017 tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas layanan laboratorium, tetapi juga memberikan nilai tambah strategis bagi institusi. Pengakuan internasional terhadap laporan hasil uji laboratorium dinilai akan memperkuat kepercayaan publik, dunia industri, lembaga penelitian, hingga mitra kerja sama internasional terhadap kualitas laboratorium UIN Mataram.
“Standar ini bukan hanya berbicara tentang administrasi laboratorium, tetapi juga tentang bagaimana laboratorium mampu menjamin validitas hasil pengujian, kompetensi personel, serta konsistensi sistem mutu yang diakui secara internasional,” ungkap salah satu tim pendamping.
Lebih jauh, penerapan ISO 17025:2017 juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional laboratorium melalui sistem kerja yang lebih terukur, efektif, dan terdokumentasi dengan baik. Dengan sistem tersebut, laboratorium dapat meminimalkan kesalahan pengujian sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa laboratorium.
Di sisi lain, penguatan standar mutu laboratorium diyakini akan berdampak langsung terhadap peningkatan daya saing laboratorium, baik di pasar domestik maupun internasional. Hal itu menjadi penting mengingat laboratorium perguruan tinggi saat ini dituntut tidak hanya mendukung kegiatan akademik, tetapi juga mampu berkontribusi dalam riset, inovasi, dan pelayanan profesional berbasis kebutuhan masyarakat dan industri.
Melalui pendampingan tersebut, Lembaga Penjaminan Mutu UIN Mataram bersama UIN Mataram menunjukkan komitmen kuat dalam membangun laboratorium berstandar internasional yang mampu mendukung penguatan mutu akademik, penelitian, dan transformasi institusi menuju perguruan tinggi berkelas dunia.Adita@Humas-ppid


