MATARAM: UIN Mataram meneguhkan komitmennya sebagai kampus yang ramah bagi semua kalangan dengan menerima kunjungan resmi Komisi Nasional Disabilitas (KND). Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan Pemantauan dan Evaluasi Layanan serta Akomodasi Layak bagi Penyandang Disabilitas di lingkungan perguruan tinggi. Jumat, 17/10/2025

Tim KND yang hadir terdiri dari Eka Prastama (Komisioner Komisi Nasional Disabilitas), Dian Setiawan (Pranata Humas Ahli Madya), dan Dodik Purwanto (Staf Khusus Komisioner). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi UIN Mataram dalam memperkuat arah kebijakan kampus inklusif yang sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas serta prinsip keadilan sosial dalam pendidikan tinggi Islam.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Mataram Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag. menegaskan bahwa keberpihakan terhadap penyandang disabilitas merupakan bagian dari misi kemanusiaan dan keislaman universitas.

“UIN Mataram berkomitmen menjadi rumah ilmu yang ramah, setara, dan manusiawi. Setiap mahasiswa, termasuk penyandang disabilitas, berhak memperoleh pendidikan dan pelayanan yang layak. Inilah implementasi nilai-nilai Islam tentang keadilan dan kemuliaan manusia,” ujar Rektor penuh ketegasan dan empati.

Komisi Nasional Disabilitas memberikan apresiasi tinggi terhadap berbagai inisiatif yang telah dilakukan UIN Mataram dalam bidang pendidikan inklusif, pengabdian masyarakat, dan pengarusutamaan gender. Beragam kegiatan konkret telah dijalankan civitas akademika UIN Mataram untuk memperluas akses dan pemberdayaan kelompok rentan, di antaranya:

  1. Pendampingan Identifikasi Profil Belajar Peserta Didik Berkebutuhan Khusus pada Madrasah Inklusi di NTB (2021–sekarang);
  2. Penyusunan Pedoman KKP Desa Ramah Perempuan dan Anak UIN Mataram (2024);
  3. Advocacy on Health Service Provider melalui FGD Stakeholder dalam Pencegahan dan Penanganan Perkawinan Anak, Kehamilan Remaja, dan Kekerasan Berbasis Gender di Lombok Tengah bersama Gemilang Sehat Indonesia (2024);
  4. Pelatihan Dukungan Psikososial Berbasis Positive Parenting dan Collaborative Consultation bagi Guru dan Orang Tua di Madrasah Inklusi MI NW Tanah Beak, Narmada, Lombok Barat (2025 – BLU);
  5. Penguatan Madrasah Inklusif sebagai Upaya Membentuk Sekolah Ramah Anak (2025 – BLU).

Dalam proses evaluasi, tim KND juga meninjau aksesibilitas fisik kampus, sistem layanan akademik dan non-akademik, serta dukungan psikososial bagi mahasiswa penyandang disabilitas. Komisioner Eka Prastama menilai UIN Mataram menunjukkan kemajuan signifikan dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

“Kami mengapresiasi semangat luar biasa dari UIN Mataram dalam menghadirkan keadilan dan kesetaraan di dunia pendidikan. Kampus ini telah menjadi model kolaborasi yang bisa ditiru oleh PTKIN lain di Indonesia,” ujarnya.

Menutup kegiatan tersebut, Rektor kembali menegaskan bahwa arah pengembangan UIN Mataram akan semakin menekankan dimensi Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial (GEDSI) sebagai bagian integral dari tata kelola universitas modern.

“Kami ingin memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dalam memperoleh akses pendidikan. UIN Mataram bukan hanya kampus ilmu, tetapi kampus nilai, kampus kemanusiaan,” tegasnya.

Melalui kolaborasi ini, UIN Mataram meneguhkan diri sebagai pelopor kampus inklusif di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), sekaligus memperkuat kontribusinya dalam membangun Indonesia yang ramah disabilitas, berkeadilan, dan berkeadaban. Adita@Humas