MATARAM: Universitas Islam Negeri Mataram terus menunjukkan komitmen akademiknya dalam membangun sistem pendidikan tinggi yang unggul, relevan, dan berdaya saing global. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop Review Kurikulum yang digelar di Ballroom Favehotel Mataram. Kegiatan strategis ini menghadirkan 67 peserta dari unsur pimpinan universitas, para dekan dan wakil dekan, ketua lembaga, serta ketua program studi di lingkungan UIN Mataram. Jum’at, 17/10/2025

Workshop ini menjadi forum akademik yang dirancang untuk memperkuat kualitas kurikulum berbasis integrasi keilmuan, scientific vision, dan market signal. Tiga pilar tersebut merupakan pondasi bagi UIN Mataram dalam menata arah keilmuan yang berakar pada nilai-nilai Islam sekaligus menjawab tantangan global dan kebutuhan profesional masa depan.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag., menekankan bahwa reformulasi kurikulum tidak boleh berhenti pada level administratif atau teknis, tetapi harus menyentuh dimensi spiritual, moral, dan humanistik mahasiswa. “Kurikulum yang baik bukan hanya tersusun di atas dokumen, tetapi juga menyentuh batin mahasiswa dalam keseharian. Kita perlu mengintegrasikan Outcome Based Education dengan nilai-nilai cinta, anti-korupsi, dan eco-teologi, agar pendidikan kita tidak hanya melahirkan intelektual, tetapi juga insan berkarakter,” ungkapnya.

Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini tidak lagi semata pada peningkatan kompetensi kognitif, melainkan pada kemampuan lembaga pendidikan untuk menanamkan nilai dan makna dalam setiap proses pembelajaran. Ia menambahkan, “Sekalipun kurikulum kita sudah baik, kita tidak boleh puas. Kita harus melakukan take up, menapaki langkah menuju internasionalisasi sesuai dengan visi besar UIN Mataram sebagai universitas berkelas dunia.”

Rektor juga menggarisbawahi bahwa kurikulum harus menjadi jembatan antara pengetahuan dan kemanusiaan. Dalam konteks inilah, paradigma integrasi keilmuan menjadi penting: mempertemukan ilmu-ilmu keislaman dengan ilmu modern dalam bingkai nilai wahyu dan realitas sosial. “UIN Mataram tidak hanya membangun kompetensi akademik, tetapi juga kesadaran spiritual, moral, dan ekologis dalam satu tarikan nafas akademik yang utuh,” tegasnya.

Prof. Masnun menilai bahwa arah pendidikan global telah mengalami pergeseran mendasar menuju sustainable education atau pendidikan berkelanjutan—konsep yang tidak hanya menyiapkan lulusan berdaya saing global, tetapi juga menanamkan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan dan kehidupan sosial.

“Pendidikan yang berkelanjutan berarti menjadikan kurikulum sebagai ruang kesadaran ekologis dan sosial. Inilah yang kami sebut sebagai eco-teologi, yakni cara pandang yang memadukan spiritualitas Islam dengan tanggung jawab terhadap kelestarian alam semesta. Karena ilmu yang tidak berpihak pada keberlanjutan, pada akhirnya akan kehilangan makna,” ujarnya.

Dengan pendekatan sustainable education, UIN Mataram ingin memastikan bahwa setiap aspek kurikulum mampu menjawab isu-isu besar abad ke-21: krisis lingkungan, disrupsi teknologi, ketimpangan sosial, dan dekadensi moral. Artinya, pendidikan tidak lagi dilihat hanya sebagai proses transfer pengetahuan, tetapi sebagai proses transformasi kesadaran dan pembentukan karakter global yang beretika.

Kegiatan Workshop Review Kurikulum ini menjadi langkah strategis bagi UIN Mataram untuk memperkuat fondasi akademik menuju universitas berkelas dunia. Melalui pendekatan berbasis Outcome Based Education (OBE) yang terintegrasi dengan nilai-nilai spiritual dan etika sosial, UIN Mataram berupaya menyiapkan kurikulum yang tidak hanya adaptif terhadap pasar kerja, tetapi juga berorientasi pada misi kemanusiaan.

Kurikulum yang dikembangkan diharapkan mampu melahirkan lulusan yang cakap dalam ilmu, tangguh dalam moral, dan peka terhadap perubahan zaman. Integrasi antara scientific vision (visi keilmuan) dan market signal (sinyal kebutuhan pasar) diharapkan menjadi panduan strategis agar seluruh program studi dapat mengembangkan kurikulum yang relevan, aplikatif, dan berkelanjutan.

Dengan demikian, UIN Mataram tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan tinggi yang memproduksi pengetahuan, tetapi juga sebagai katalisator transformasi sosial yang menumbuhkan kesadaran kritis, keberlanjutan, dan keseimbangan antara ilmu, iman, dan amal. Adita@Humas