Mataram : Universitas Islam Negeri Mataram menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Program Sarjana, Magister, dan Doktor ke-51 Periode I Tahun 2025. Sebanyak 972 wisudawan-wisudawati resmi dilantik dalam prosesi yang berlangsung khidmat di Auditorium Kampus II UIN Mataram. Sabtu, 26/04/2025

Sidang senat terbuka diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Hymne UIN Mataram, dan doa bersama yang dipimpin oleh Wakil Rektor III, Prof. Dr. H. Subhan Abdullah Achim, MA. Secara resmi, Ketua Senat Prof. Dr. H. MS. Udin, M.Ag., membuka sidang sebagai tanda dimulainya prosesi wisuda.

Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan Biro AAKK, H. Saroji Ilham, S.Sos., MH., membacakan Surat Keputusan Rektor tentang wisudawan-wisudawati yang diwisuda. Setelah itu, Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., secara resmi melantik para wisudawan.

Dalam momen ini, UIN Mataram juga memberikan penghargaan kepada wisudawan terbaik:

  • Doktor Terbaik: Dr. H. Muhammad Taisir, M.Ag. (S3 Pendidikan Agama Islam) IPK 4.00, Cumlaude.
  • Magister Terbaik: Hendy Aldian, M.Pd. (S2 Manajemen Pendidikan Islam) IPK 4.00, Cumlaude.
  • Sarjana Terbaik: Istikazah Martiana, S.Pd. (S1 PAI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan) IPK 3.96, Cumlaude.

Mereka mendapatkan penghargaan berupa uang tunai Rp5.000.000, beasiswa studi lanjut di Pascasarjana UIN Mataram, dan selempang cumlaude sebagai tanda mahasiswa berprestasi.

Dalam sambutannya, Rektor mengawali dengan pantun:

“Padang ilalang dibelah dua
Di atas gunung duduk Pak Hadi
Meski menjulang ilmu di dada
Tetap menunduk bagaikan padi.”

Rektor berpesan bahwa wisuda bukanlah akhir, melainkan awal dari pengabdian. “Ilmu yang tinggi harus diiringi kerendahan hati. Seperti padi, semakin berisi semakin menunduk,” ujarnya.

Di sela sambutan, Rektor juga mengajak hadirin bersyukur atas kemajuan UIN Mataram yang kini masuk lima besar PTKIN terfavorit nasional, dibuktikan dengan melonjaknya jumlah pendaftar hingga puluhan ribu orang. “Ini menunjukkan UIN Mataram telah menjadi the first choice bagi masyarakat,” tegasnya.

Beliau juga menyampaikan apresiasi atas perjuangan panjang para wisudawan. “Tetaplah melangkah mengikuti kata hati. Jangan lupa jasa orang tua yang setiap hari mendoakan keberhasilan kalian,” pesan Rektor.

Pantun pun kembali dilantunkan:

“Bertamasya ke Desa Glogor
Jangan lupa ke Narmada
Mesti kalian sudah tersohor
Jangan lupa ayah bunda.”

Rektor mengajak para lulusan melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi di Pascasarjana UIN Mataram yang kini telah meraih banyak prestasi, termasuk pembukaan jalur beasiswa LPDP dan Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB). “Mari lanjutkan studi dan tetap jaga silaturrahim dengan almamater,” imbuhnya.

Rektor juga menyoroti peningkatan signifikan jumlah guru besar di UIN Mataram yang meningkat lebih dari 200% dalam lima tahun terakhir.

Mewakili wisudawan, TGH. Mujiburrahman, S.H., M.Pd., yang juga Wakil Wali Kota Mataram dua periode, menyampaikan kesan pesan. Ia menegaskan bahwa wisuda adalah awal untuk mengabdikan ilmu kepada masyarakat. Dengan penuh semangat, ia juga berbagi perjalanan studinya, dari STAIN Mataram tahun 1989 hingga kembali kuliah di UIN Mataram di usia lebih dari 60 tahun.

“Umur bukanlah halangan untuk belajar. Menuntut ilmu itu seumur hidup,” kata Mujiburrahman, yang juga berencana melanjutkan studi S3 di Pascasarjana UIN Mataram.

Dalam suasana haru, Mujiburrahman mempersembahkan pantun:

“Berayun-ayun di pohon jambu
Pergi ke Selaparang naik sepeda
Bertahun-tahun menuntut ilmu
Akhirnya sekarang diwisuda.”

Acara ditutup dengan pemindahan tali toga oleh Rektor, pengucapan Ikrar Setia Alumni, penyerahan penghargaan kepada wisudawan terbaik bersama orang tua, dan penutupan resmi sidang senat oleh Ketua Senat UIN Mataram.

Dengan penuh kebanggaan dan rasa syukur, 972 lulusan UIN Mataram resmi melangkah ke dunia baru, siap mengabdi dan membawa nama baik almamater tercinta, UIN Mataram — The First Choice. Adita@HUmas