Humas (02-10-2025) – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Mataram dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi NTB menggelar diskusi terbatas pada Kamis, 2 Oktober 2025 di ruang rapat LP2M untuk membahas rencana kemitraan program antara kedua institusi terkait dengan pengentasan kemiskinan di NTB. Diskusi tersebut sebagai bagian dari upaya Pemprov NTB dalam menggandeng Perguruan Tinggi untuk mengambil bagian dalam program DESA BERDAYA, sebagai salah satu program unggulan Pemprov NTB. Hadir dalam diskusi tersebut Ketua LP2M, Sekretaris dan seluruh kepala pusat yang ada di LP2M. Turut hadir dalam diskusi tersebut perwakilan dari SKALA, program kemitraan Australia-Indonesia yang menjadi partner Pemprov NTB dalam program pelayanan dasar di provinsi ini.

Menurut Ketua LP2M, Prof. Dr. Kadri, M.Si, dalam pertemuan tersebut disepakati bentuk partisipasi yang bisa diberikan oleh UIN Mataram antara lain mengagendakan program Kuliah Kerja Partisipatif (KKP) Tematik dan penyelenggaraan program pengabdian masyarakat oleh dosen UIN Mataram terkait dengan penguatan Sistem Informasi Desa. Menurut Rido, perwakilan program SKALA, kemiskinan terus bertahan antara lain karena ketidakmampuan masyarakat yang ada di desa untuk mengakses informasi yang terkait dengan program yang ada di pemerintah, sehingga lewat program penguatan Sistem Informasi Desa ini masyarakat memiliki kompetensi untuk mengakses informasi yang terkait dengan bantuan yang menjadi haknya.  

KKP Tematik dan Pengabdian Dosen akan terkosentrasi pada beberapa desa dari 106 desa yang menjadi kantong kemiskinan ektrem di NTB. Sebagaimana diketahui, kemiskinan di NTB hingga tahun 2025 sebesar 11,78 %, dengan kemiskinan ekstrim sebanyak 2,04 %. Secara resmi program kemitraan UIN Mataram dan Pemprov NTB ini akan ditandai dengan penandatanganan MoU antara Rektor UIN Mataram dengan Gubernur NTB, yang dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara kedua belah pihak.@humas.ppid