
Humas (06-09=2024) – Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram kembali meneguhkan tradisi akademiknya dalam menyambut mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026 melalui rangkaian kegiatan Student Orientation Week. Agenda ini dikemas tidak sekadar sebagai pengenalan awal kehidupan kampus, tetapi juga sebagai momentum strategis untuk menumbuhkan semangat akademik mahasiswa sejak hari pertama mereka menginjakkan kaki di TBI.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pelaksanaan tes TOEFL bagi seluruh mahasiswa baru. Melalui tes ini, Prodi TBI ingin memetakan kemampuan awal mahasiswa dalam berbahasa Inggris sekaligus menjadi pijakan awal untuk mengukur progres mereka di masa mendatang. Menariknya, prodi juga memberikan penghargaan khusus kepada tiga mahasiswa dengan skor TOEFL tertinggi sebagai bentuk apresiasi dan motivasi.
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada mahasiswa berprestasi TBI tahun 2025 yang telah mengharumkan nama prodi TBI dan UIN Mataram dalam bidang akademik maupun non-akademik. Momentum ini seolah menjadi pengingat bahwa kesuksesan di bangku kuliah bukanlah hal yang instan, melainkan hasil dari konsistensi, kerja keras, dan semangat belajar. Diharapkan ke depan mahasiswa baru menyambung berbagai prestasi yang sudah ditoreh oleh para seniornya.
Tidak berhenti di situ, mahasiswa baru juga mendapatkan bimbingan teknis pengisian KRS serta diperkenalkan secara langsung dengan seluruh dosen TBI. Hal ini menandai komitmen prodi untuk menciptakan kedekatan akademik sekaligus membangun komunikasi intensif antara mahasiswa dan tenaga pengajar sejak awal perjalanan studi.
Namun, puncak kegiatan orientasi mahasiswa baru ini adalah International Public Lecture and Alumni Sharing Session yang menghadirkan dua narasumber istimewa. Pertama, Prof. Marshella Lie, Ed.D., M.A.Ed., seorang profesor bidang bahasa Inggris dari The City University of New York, Amerika Serikat. Kedua, Malisa, M.TESOL., alumni TBI UIN Mataram yang baru saja menyelesaikan studi di Monash University, Australia.
Dalam pemaparannya, Prof. Marshella memberikan kisah inspiratif yang membekas di hati para peserta. Ia mengaku memulai perjalanan akademiknya dengan kondisi “no English” dan skor TOEFL yang sangat rendah. Namun dengan kegigihan dan kerja keras, ia mampu menembus berbagai keterbatasan hingga akhirnya menjadi guru besar di salah satu universitas ternama di Amerika Serikat pada bidang bahasa Inggris. “Tidak ada yang mustahil bila kita serius belajar. Bahasa Inggris adalah kunci untuk membuka pintu kesempatan yang lebih luas, bahkan sampai ke level internasional,” tegasnya.
Sementara itu, Malisa berbagi pengalaman praktis tentang bagaimana memulai perkuliahan dengan baik dan menyiapkan diri menghadapi berbagai tantangan. Ia memberikan tips sederhana namun bermakna, mulai dari manajemen waktu, membangun kebiasaan membaca, hingga memanfaatkan peluang beasiswa dan jejaring internasional. Kehadirannya sebagai alumni muda yang sukses memberikan motivasi tersendiri bagi mahasiswa baru bahwa mereka pun bisa mengikuti jejak serupa.
Ketua Prodi TBI, Dr. Ika Rama Suhandra, menegaskan bahwa tradisi akademik ini tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, melainkan strategi penguatan mutu akademik yang unggul. “Tes TOEFL membantu kita mengetahui titik awal kemampuan mahasiswa. Sedangkan public lecture memberikan wawasan global dan motivasi agar mereka mampu menjangkau masa depan dengan lebih percaya diri,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Dekan FTK UIN Mataram melalui Wakil Dekan III Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Prof. Dr. H. Akhmad Asyari, M.Pd. Menurutnya, rangkaian kegiatan orientasi mahasiswa baru di TBI adalah langkah penting dalam membangun kesiapan mahasiswa menghadapi dunia perkuliahan.
Di akhir acara, Prof. Marshella menyampaikan rasa bahagianya dapat hadir di forum tersebut. Ia berharap mahasiswa TBI berani bermimpi besar, memanfaatkan setiap kesempatan, dan terus mengasah kemampuan bahasa Inggris sebagai modal utama untuk bersaing di dunia global.
Melalui Student Orientation Week tahun ini, Prodi TBI UIN Mataram berhasil menghadirkan perpaduan antara tradisi, prestasi, dan inspirasi. Mahasiswa baru bukan hanya diperkenalkan dengan dunia akademik kampus, tetapi juga dipacu untuk bermimpi lebih tinggi, menyiapkan diri, dan berani melangkah menuju kesuksesan di masa depan.@humas


