Mataram : Di tengah semangat Syawal yang masih hangat, Untaian Syiar Santun Edisi ke-45 kembali hadir menebarkan cahaya hikmah di kampus UIN Mataram. Edisi kali ini mengangkat tema mendalam, “Titian Ihlas”, yang disampaikan dengan penuh kelembutan dan kesederhanaan oleh Dr. Lalu Maksum Ahmad, S.Ag., M.Pd.I, atau yang lebih akrab dikenal dengan sapaan Miqcum. Ahad, 06/03/2025

Dalam syairnya yang bertajuk “Titian Ihlas”, Miqcum mengurai secara puitis lima elemen utama yang membentuk karakter pribadi yang ikhlas, yaitu: 1. Keterbukaan dalam menerima kenyataan sebagai bagian dari fitrah hidup manusia. 2. Kemampuan memetik hikmah dari setiap musibah, sebagai sarana penyucian jiwa dan peningkatan iman. 3. Pola pikir holistik dan komprehensif dalam melihat dan menyikapi setiap persoalan kehidupan. 4. Kesadaran untuk menghindari ekspektasi berlebih, demi menjaga hati dari rasa kecewa yang mendalam. 5. Sikap apresiatif terhadap diri sendiri dan orang lain, sebagai wujud syukur dan ketulusan dalam interaksi sosial.

Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., memberikan apresiasi terhadap kesinambungan program Syiar Santun yang tak hanya menjadi media syiar keislaman, namun juga ruang reflektif bernuansa seni budaya.
“Syiar Santun bukan sekadar forum dakwah, tetapi panggung budaya spiritual yang menginspirasi. Dengan sentuhan pantun dan lelakaq Sasak, pesan ihlas menjadi lebih mengena, menyentuh rasa, dan memperkaya jiwa,” ungkap Prof. Masnun.
Beliau berharap bahwa Untaian Syiar Santun terus tumbuh sebagai media penguatan karakter religius sivitas akademika, sekaligus menjadi contoh dakwah kontekstual yang selaras dengan budaya .
Melalui pendekatan edukatif dan artistik, Syiar Santun menjadi wujud nyata integrasi nilai keislaman, keilmuan, dan kearifan lokal yang memperkuat identitas spiritual kampus UIN Mataram. Adita@Humas


