Mataram: Dalam pelantikan resmi Rektor Universitas Islam Negeri Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag. untuk periode 2025–2029, Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A., menyampaikan tiga pesan penting sebagai arahan strategis dalam mengemban amanah kepemimpinan perguruan tinggi keagamaan Islam.Jumat, 01/08/2025

Acara pelantikan yang digelar di Kantor Kementerian Agama RI Jakarta, Dalam pidatonya, Menteri Nasaruddin menekankan tiga mandat utama yang harus dijalankan oleh Rektor UIN Mataram:

Pertama, beliau meminta agar rektor senantiasa menanamkan etika dan integritas dalam kepemimpinan. “Rektor bukan sekadar pejabat struktural, melainkan panutan moral di lingkungan akademik,” tegas Menag.

Kedua, Menteri Agama mendorong lahirnya inovasi-inovasi konkret dalam tata kelola kampus, pembelajaran, serta pelayanan publik yang berbasis digital dan inklusif. Ia menyebut perguruan tinggi harus menjadi ruang terbuka bagi pembaruan ilmu dan praktik kepemimpinan yang adaptif.

Ketiga, Menag memberikan tantangan khusus berupa program kejutan dalam 100 hari pertama masa jabatan. “Saya mohon betul, dalam 100 hari pertama, hadirkan kejutan. Kalau bisa, buat perubahan yang nyata,” ujarnya, sebagai isyarat pentingnya lompatan awal yang berdampak.

Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., dalam pernyataannya usai pelantikan, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan dan berkomitmen untuk menjalankan tiga pesan Menteri Agama dengan serius. “Pesan Menag adalah kompas moral dan strategis bagi kami. InsyaAllah, kami siap bekerja, berkolaborasi, dan berinovasi untuk menjadikan UIN Mataram sebagai kampus unggul, moderat, dan berkelas dunia,” tegasnya.

Pelantikan ini sekaligus menjadi titik awal arah baru UIN Mataram menuju transformasi yang lebih progresif, dengan menekankan kepemimpinan yang bermartabat, inovatif, dan berorientasi pada masa depan pendidikan Islam di Indonesia. Adita@Humas