Mataram: UIN Mataram menjadi saksi dari sebuah kisah inspiratif yang mengharukan dalam acara wisuda tahun ini. Siti Nur Amalia Kholisoh, S.Pd., seorang wisudawati yang baru saja menjalani operasi, tampil dengan penuh semangat untuk menerima ijazah di tengah pemulihan, dibawah pengawasan tim medis, orang tua dan pengawalan khusus dari Tim Humas Protokol yang sigap. Proses wisuda yang seharusnya menjadi momen penuh kebahagiaan itu, menjadi lebih bermakna karena perjuangan yang luar biasa dari Siti Nur Amalia. Minggu, 27/04/2025

Dengan menggunakan ambulans dari Lombok Timur, Nur Amalia menuju auditorium, tempat prosesi wisuda berlangsung. Meski baru keluar dari ruang operasi, tidak ada rasa lelah ataupun ragu di wajahnya. Ia membuktikan bahwa tekad yang kuat lebih besar daripada segala rintangan yang ada.
Pada saat pemberian ijazah, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Prof. Dr. H. Jumarim, M.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam terhadap perjuangan Nur Amalia. Di dampingi oleh Sekretaris Program Studi PIAUD, Prof. Dr. H. Jumarim mendoakan agar Nur Amalia segera pulih dan tetap semangat menghadapi kehidupan selanjutnya. “Semangat seperti inilah yang harus kita teladani, semoga selalu diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah hidup,” ujar Dekan FTK dengan penuh haru.

Tak kalah mengesankan, Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., yang dengan bangga memindahkan kuncir toga kepada Nur Amalia, memberikan semangat luar biasa. Dengan suara penuh empati, Rektor menyampaikan doa agar Nur Amalia cepat sembuh dan selalu diberi kesehatan. “Apa yang telah saudari lakukan hari ini adalah bukti nyata bahwa kekuatan tekad bisa mengalahkan segala keterbatasan,” tambah Rektor dengan penuh keyakinan.
Siti Nur Amalia Kholisoh, yang dengan penuh kegembiraan hadir di prosesi wisuda, tidak hanya membawa kebahagiaan bagi dirinya, tetapi juga menginspirasi ribuan orang yang memadati auditorium. Meski harus melewati berbagai tantangan dan rasa sakit, ia tetap tersenyum ceria, membuktikan bahwa perjuangan sejati adalah mereka yang tak pernah menyerah meski dihadapkan pada kesulitan terbesar sekalipun.

Kisah perjalanan Nur Amalia dari ruang operasi menuju panggung prosesi wisuda ini menjadi simbol keberanian, harapan, dan semangat juang yang luar biasa. Ribuan orang yang hadir tak mampu menahan haru dan memberikan tepuk tangan yang menggema, sebagai bentuk apresiasi atas ketangguhan dan tekad yang ditunjukkan.
Kisah ini mengajarkan kita bahwa setiap perjuangan, sekecil apapun, memiliki makna yang besar, dan tidak ada yang tak mungkin jika kita memiliki semangat yang kuat untuk meraih tujuan hidup. Adita@Humas


