MATARAM: Kemandirian pesantren kini tidak lagi sekadar wacana, melainkan telah menjadi gerakan nyata di lingkungan perguruan tinggi Islam. Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram memelopori langkah tersebut dengan menggelar Expo Kemandirian Pesantren, yang berlangsung pada 29–31 Oktober 2025 di Auditorium UIN Mataram.

Kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi antara dunia akademik dan dunia pesantren dalam mendorong pertumbuhan ekonomi umat berbasis nilai-nilai Islam. Expo ini merupakan tindak lanjut dari amanat Menteri Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis Kemenag RI), yang meminta seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) untuk melaksanakan Kemandirian Pesantren Expo dalam rangka menyemarakkan Hari Santri Nasional 2025.

Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., menyebut kegiatan ini sebagai bentuk nyata dari amanat tersebut dan komitmen UIN Mataram untuk memperkuat peran pesantren dalam ekosistem ekonomi syariah nasional.

“Expo ini bukan hanya perayaan, tetapi manifestasi dari amanat Menteri Agama untuk menempatkan pesantren sebagai aktor penting dalam pembangunan ekonomi nasional berbasis syariah. Kami ingin pesantren berdiri tegak sebagai pusat pembelajaran, kewirausahaan, dan penguatan ekonomi umat,” tegas Rektor.

Lebih lanjut, Prof. Masnun menuturkan bahwa UIN Mataram telah berperan aktif dalam agenda pemberdayaan ekonomi syariah nasional. Sebelumnya, pada 20–26 Oktober 2025, kampus ini turut menjadi bagian penting dari Indonesia Ekonomi Syariah dan Expo 2025 yang diselenggarakan di Islamic Center Mataram, di mana sejumlah pesantren seperti Nurul HakimdanNurul Haromain turut berpartisipasi aktif menampilkan karya dan produk unggulan mereka.

Kegiatan Expo Kemandirian Pesantren di UIN Mataram diresmikan oleh Wakil Rektor II yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia, serta dihadiri oleh para dekan, ketua lembaga, dosen, dan mahasiswa. Mengusung tema Dari Pesantren untuk Negeri: Wujudkan Kemandirian, Ciptakan Keberlanjutan,” expo ini menampilkan beragam produk hasil inovasi santri, mulai dari makanan olahan, produk herbal, karya seni, buku, hingga kerajinan tangan khas pesantren.

Ratusan pengunjung tampak antusias memadati area expo yang disiapkan di dalam auditorium. Selain pameran, kegiatan juga diisi dengan seminar tematik, talkshow kewirausahaan santri, serta diskusi interaktif bersama pelaku usaha halal dan lembaga keuangan syariah.

Menurut Rektor, sinergi antara akademisi dan pesantren harus terus diperkuat agar tercipta ekosistem ekonomi keumatan yang berkelanjutan dan berdaya saing.

“Kami percaya bahwa pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi kreatif berbasis nilai keislaman. UIN Mataram siap menjadi mitra strategis dalam mengembangkan model kemandirian ekonomi pesantren yang produktif, inovatif, dan berkeadaban,” ujar Prof. Masnun.

Melalui kegiatan ini, UIN Mataram berharap dapat memperkuat posisi pesantren sebagai agen perubahan dan pelopor ekonomi umat, sejalan dengan visi Kementerian Agama untuk menghadirkan pesantren yang mandiri, berdaya saing, dan berkontribusi bagi pembangunan nasional. Adita@Humas