MATARAM: Momentum pascale­baran 1447 H/2026 M di lingkungan Universitas Islam Negeri Mataram tidak hanya diisi dengan kembalinya aktivitas kerja, tetapi juga menjadi ruang hangat untuk mempererat kebersamaan. Di tengah skema Work From Anywhere (WFA), masing-masing fakultas, unit, dan lembaga menghadirkan cara unik dalam memaknai silaturahmi, menciptakan suasana kampus yang hidup dan penuh keakraban. Kamis, 26/03/2026

Rektor UIN Mataram Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag. memberikan apresiasi khusus kepada Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) yang menghadirkan pendekatan sederhana namun sarat makna dalam merawat kebersamaan.  

Dekan FDIK Dr. H. Lalu Ahmad Zainuri, LC., MA. mengajak para petugas keamanan (security) dan petugas kebersihan untuk duduk bersama dalam suasana santai penuh kekeluargaan. Tanpa sekat jabatan dan formalitas, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan yang menyatukan seluruh elemen kampus dalam kehangatan silaturahmi.

Rektor menilai bahwa inisiatif tersebut mencerminkan nilai kepemimpinan yang humanis dan inklusif. “Apa yang dilakukan FDIK ini sangat inspiratif. Kebersamaan tidak harus selalu dalam forum formal, tetapi bisa dibangun dari hal sederhana seperti duduk bersama dan berbagi cerita. Di situlah letak kekuatan kebersamaan kita,” ungkapnya.

Suasana ngopi bareng tersebut berlangsung hangat, diwarnai obrolan ringan, tawa, dan rasa saling menghargai antarpegawai. Para petugas keamanan dan kebersihan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan kampus, merasakan perhatian dan penghargaan yang tulus dari pimpinan fakultas.

Menurut Dekan FDIK, kegiatan ini merupakan bentuk sederhana dari upaya membangun budaya kerja yang egaliter dan berlandaskan nilai kekeluargaan. “Kami ingin memastikan bahwa semua merasa menjadi bagian dari keluarga besar kampus. Tidak ada yang merasa di luar, semua punya peran penting,” ujarnya.

Fenomena ini juga mencerminkan dinamika positif di lingkungan UIN Mataram, di mana setiap unit memiliki cara tersendiri dalam menghidupkan nilai silaturahmi pascale­baran. Dalam perspektif kelembagaan, pendekatan seperti ini dinilai mampu memperkuat kohesi sosial dan meningkatkan semangat kerja kolektif.

Di tengah penerapan WFA, kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan sederhana justru menjadi energi baru bagi sivitas akademika. Silaturahmi tidak hanya menjadi tradisi, tetapi juga strategi kultural dalam membangun organisasi yang solid, inklusif, dan berorientasi pada nilai kemanusiaan.

Dengan semangat kebersamaan yang terus dijaga, UIN Mataram kembali menegaskan dirinya sebagai kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai sosial dan kemanusiaan. Adita@humas-ppid