MATARAM: Upaya memperkuat tata kelola akademik dan meningkatkan mutu penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi terus dilakukan Senat UIN Palangka Raya melalui kegiatan benchmarking strategis ke UIN Mataram, Rombongan dipimpin langsung oleh Kepala Biro AUAK UIN Palangka Raya, Dr. Rofikatul Karimah, S.Ag., M.Si., bersama Ketua Senat UIN Palangka Raya, Dr. Hj. Tri Hidayati, M.H., beserta jajaran anggota senat dan pejabat struktural. Rabu, 10/12/2025

Kedatangan rombongan UIN Palangka Raya diterima secara resmi oleh Wakil Rektor III UIN Mataram, Prof. Dr. H. Jumarim, Bersama  Ketua Senat UIN Mataram, Prof. Dr. H. M. S. Udin, serta Kepala Biro AAKK, Dr. H. Deni Priansyah, M.Pd.I. Suasana penyambutan berlangsung hangat dan penuh apresiasi, mencerminkan komitmen kedua perguruan tinggi dalam memperkuat jejaring akademik nasional.

Dalam sambutannya, Prof. Jumarim menekankan pentingnya sinergi antarkampus PTKIN dalam meningkatkan standar mutu pendidikan, terutama di era transformasi digital dan tuntutan akreditasi baru. “Benchmarking seperti ini menjadi ruang belajar bersama untuk memperkuat sistem tata kelola, sekaligus memastikan Tri Dharma berjalan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Rofikatul Karimah menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya strategis UIN Palangka Raya untuk memperkaya perspektif, memperkuat regulasi internal, serta mempelajari praktik baik (best practices) UIN Mataram dalam pembinaan senat dan penjaminan mutu akademik. “Kami ingin memastikan tata kelola senat di UIN Palangka Raya semakin efektif, transparan, dan responsif terhadap dinamika akademik,” tegasnya.

Diskusi berlangsung produktif, mencakup penguatan peran senat, harmonisasi kebijakan akademik, mekanisme evaluasi kinerja, hingga strategi implementasi Tri Dharma yang selaras dengan kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan pendidikan tinggi Islam di Indonesia. Pertemuan juga menghasilkan berbagai rencana tindak lanjut kerja sama akademik yang akan diimplementasikan dalam waktu dekat.

Kegiatan benchmarking ini menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus membuka peluang sinergi baru dalam pengembangan perguruan tinggi keagamaan Islam yang unggul, profesional, dan berdaya saing nasional. Irma-Adita@Humas