JAKARTA: Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Phil. Kamaruddin Amin, MA., mendorong seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia untuk membangun inovasi desain teknokratik sebagai wujud konkret implementasi Asta Cita Presiden dan Asta Protas Kementerian Agama. Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan pra-launching Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) PTKIN Tahun 2026 yang digelar oleh Panitia Nasional PMB PTKIN di Hotel Harris Vertu, Jakarta, Minggu (21/12/2025).

Kegiatan strategis ini dihadiri oleh seluruh Panitia Nasional PMB PTKIN dan menjadi forum penting dalam mematangkan arah kebijakan serta penyempurnaan sistem penerimaan mahasiswa baru PTKIN tahun 2026. Laporan kegiatan dan pengantar resmi disampaikan oleh Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., selaku Ketua Forum Rektor PTKIN Indonesia, yang mengapresiasi kehadiran Sekjen Kemenag RI di tengah padatnya agenda nasional.
Dalam arahannya, Prof. Phil. Kamaruddin Amin menegaskan bahwa desain teknokratik tidak boleh dipahami sekadar sebagai dokumen perencanaan administratif, melainkan sebagai kerangka strategis berbasis data, riset, dan visi jangka panjang yang mampu menerjemahkan Asta Cita dan Asta Protas ke dalam kebijakan, program, dan budaya akademik PTKIN. Menurutnya, PTKIN dituntut memiliki arah pembangunan yang terukur, sistematis, dan berdampak nyata bagi penguatan kualitas pendidikan tinggi keagamaan.
Sekjen Kemenag RI juga menekankan bahwa inovasi desain teknokratik harus berangkat dari penguatan distingsi PTKIN sebagai institusi yang melahirkan generasi tafaqquh fiddin, yakni lulusan yang memiliki kedalaman keilmuan keislaman, integritas moral, serta kapasitas intelektual yang relevan dengan dinamika sosial dan global. Distingsi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun daya saing PTKIN di tengah kompetisi pendidikan tinggi nasional.
Selain itu, PTKIN didorong untuk melahirkan terobosan kolaboratif strategis yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, baik pemerintah, dunia industri, masyarakat, maupun komunitas keilmuan. Kolaborasi ini dipandang sebagai bagian integral dari implementasi Asta Cita dan Asta Protas yang menuntut sinergi lintas sektor dan lintas disiplin dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi keagamaan yang progresif dan inklusif.
Dalam konteks persaingan, Sekjen Kemenag RI mengingatkan pentingnya kemampuan PTKIN membaca dan merespons langkah-langkah strategis Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sebagai kompetitor yang sehat. Desain teknokratik yang inovatif dinilai mampu menjadi instrumen penting dalam mendorong peningkatan mutu layanan akademik, penguatan branding kelembagaan, serta peningkatan kepercayaan publik terhadap PTKIN.
Prof. Masnun yang juga Rektor UIN Mataram menyampaikan bahwa pembukaan Penerimaan Mahasiswa Baru jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) PTKIN Tahun 2026 dijadwalkan dimulai pada Senin, 5 Januari 2026. Momentum tersebut diharapkan menjadi titik awal implementasi desain teknokratik PTKIN yang lebih kuat, selaras dengan Asta Cita dan Asta Protas, serta mampu memperkuat peran strategis PTKIN dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Adita@Humas-ppid


