Mataram: Di tengah guyuran hujan yang tak kunjung reda dan genangan air yang makin meninggi, Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram menunjukkan kepedulian nyata. Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., langsung menginstruksikan pembentukan Tim Peduli Banjir sebagai langkah cepat merespons musibah yang melanda sejumlah kawasan tempat tinggal sivitas akademika. Senin, 07/07/2025

Wilayah Kekalik, Perumnas, dan Seruni menjadi lokasi terdampak cukup parah. Air setinggi 70 cm hingga lebih dari satu meter memasuki rumah-rumah warga, termasuk beberapa dosen dan tenaga kependidikan UIN Mataram. Mendapat laporan tersebut, sejak Minggu sore, Rektor bersama para Wakil Rektor tidak tinggal diam. Mereka segera membentuk pasukan gabungan dari Bagian Umum dan Humas untuk bergerak ke lapangan.

Dipimpin oleh Kasubbag Umum, Neni Rismayanti, M.Ak., tim membawa bantuan darurat seperti air mineral, mie instan, dan makanan ringan. Bantuan disalurkan langsung ke titik-titik terdampak, sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian dari keluarga besar kampus.

Rektor Prof. Masnun dalam pernyataannya menyampaikan bahwa bencana ini adalah ujian kebersamaan. “Kami turut merasakan duka dan kepedihan yang dirasakan para korban. Ujian seperti ini hanya bisa dilalui dengan sabar, ikhlas, dan kepedulian sosial. Kampus akan terus hadir untuk mendampingi,” ujar beliau.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan hidup. Banjir tidak hanya urusan air, tapi juga urusan kesadaran manusia. “Kita harus jujur bahwa sebagian musibah datang karena ulah kita sendiri. Jangan lagi buang sampah sembarangan, mari cintai lingkungan agar tercipta keseimbangan antara manusia dan alam,” pesan beliau.

Aksi ini menjadi simbol bahwa UIN Mataram tak hanya mengabdi lewat ilmu, tetapi juga lewat aksi nyata untuk kemanusiaan. Ketika air naik, kampus ini memilih untuk turun tangan. Adita@Humas