
Humas {26-11-2025} – UIN Mataram melalui Rumah Moderasi Beragama (RMB) kembali menghadirkan gebrakan intelektual dan dialog lintas iman melalui gelaran Moderation Connect 2025. Mengusung tema “Moderasi Beragama dan Eko-Teologi: Implementasi Maqasid al-Bi’ah Menuju SDGs,” kegiatan ini berlangsung meriah di Auditorium UIN Mataram dan menjadi ruang strategis untuk menguatkan pemahaman keberagamaan yang inklusif sekaligus menumbuhkan kesadaran ekologis di lingkungan kampus.
Kegiatan Moderation Connect 2025 dihadiri oleh berbagai unsur penting baik dari internal kampus maupun pemangku kepentingan eksternal. Dari unsur pimpinan hadir Wakil Rektor II UIN Mataram Prof. Dr. Saleh Ending, M.A. memberikan sambutan sekaligus membuka acara, khadir juga Wakil Rektor III, para Karo, para dekan, kepala lembaga, dosen, dan tenaga kependidikan. Sementara itu, dari eksternal hadir KH. Farid F. Saenong, M.A., Ph.D., Koordinator Staf Khusus Menteri Agama RI, sebagai narasumber utama, serta perwakilan dari Polda NTB. Disamping itu hadir pula para tokoh agama, Pembimas Kristen, Pembimas Katolik, pengurus JAI NTB, GKII, Duta Damai, Kasatgaswil NTB Densus 88 AT Mabes Polri dan mahasiswa dari berbagai fakultas yang menunjukkan besarnya antusiasme sivitas akademika terhadap isu moderasi beragama dan kesadaran ekologis.
Dalam sambutan Ketua Panitia Apipuddin, S.H., LL.M., menekankan pentingnya menjadikan moderasi beragama yg terconeksi dgn isu lingkungan sebagai bagian dari kesadaran akademik dan ekologis. Ia menegaskan bahwa Maqasid al-Bi’ah merupakan landasan etis dalam menjaga keselarasan antara manusia dan alam. Sementara itu, Prof. Saleh Ending, yang membuka kegiatan secara resmi, dalam sambutannya mengaskan bahwa dunia tengah menghadapi tiga krisis besar yakni perubahan iklim, polarisasi sosial, dan degradasi spiritual yang menuntut hadirnya pendekatan keagamaan yang lebih adaptif dan bermuatan nilai moral kuat.
Kemudian dalam elaborasi tematik kegiatan, KH. Farid F. Saenong menawarkan perspektif komprehensif mengenai integrasi spiritualitas dan etika lingkungan dalam menghadapi krisis iklim global. Ia menegaskan bahwa konsep khalifah fil-ardh bukan sekadar narasi teologis, tetapi mandat moral bagi setiap manusia untuk menjaga bumi. Dengan pendekatan Maqasid al-Bi’ah, perlindungan lingkungan diposisikan sebagai bagian integral dari kemaslahatan publik yang harus ditegakkan secara kolektif.
Selain kegiatan seminar nasional, puncak rangkaian kegiatan Moderation Connect 2025 akan berlangsung pada 27 November 2025 dalam agenda 2nd Annual International Conference on Religious Moderation (AICRM 2025) yang menghadirkan akademisi dan peneliti nasional dan internasional untuk membahas green ethic, isu perubahan iklim global, serta kontribusi nilai-nilai moderasi beragama dalam menjawab krisis lingkungan dan kemanusiaan.@humas


