MATARAM: Dalam semangat transformasi menuju universitas berkelas dunia, Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram menggelar Sidang Senat untuk melakukan reviu dan penyusunan Rencana Induk Pengembangan (RIP), Rencana Strategis (Renstra), dan Rencana Operasional (Renop) pada Senin, 13 Oktober 2025 di ruang sidang utama Senat Universitas.

Sidang yang dibuka oleh Ketua Senat UIN Mataram, Prof. Dr. H. Udin, M.Ag., dan dipimpin langsung oleh Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., menjadi momentum penting untuk meneguhkan arah pengembangan kelembagaan UIN Mataram menuju Internationally Recognized University.

Dalam arahannya, Rektor menegaskan bahwa penyusunan RIP, Renstra, dan Renop kali ini harus berorientasi internasional, disusun secara terukur, tersistem, dan berbasis instrumen mutu global. Ia menekankan pentingnya memahami arah regulasi baru melalui Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025, yang menggantikan Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023.

“Permendiktisaintek 39/2025 menjadi regulasi strategis yang tidak hanya menata sistem penjaminan mutu, tetapi juga mendorong perguruan tinggi untuk mengintegrasikan standar internasional dalam kurikulum, riset, dan tridarma perguruan tinggi,” tegas Rektor.

Regulasi ini memberi ruang bagi kampus untuk menerapkan fleksibilitas kurikulum dan pengakuan terhadap pembelajaran di luar ruang kelas. Mahasiswa kini didorong aktif dalam proyek kolaboratif lintas disiplin, riset berbasis masyarakat, dan pengabdian yang relevan dengan tantangan global.

Selain itu, sistem akreditasi baru yang diperkenalkan dalam regulasi tersebut menekankan pendekatan adaptif, inovatif, dan berorientasi global. “Permendiktisaintek bukan sekadar aturan administratif, melainkan katalis transformasi menuju ekosistem pendidikan tinggi yang inovatif, inklusif, dan berdaya saing internasional,” tambah Rektor.

Dalam sesi lanjutan, Prof. Dr. H. Sugeng Listiyo Prabowo, M.Pd., memaparkan arah strategis penyusunan dokumen RIP, Renstra, dan Renop UIN Mataram dengan delapan prinsip utama, yakni:

  1. Mengacu pada jati diri universitas Islam beriputasi internasional yang menjunjung nilai maju, rukun, maslahat, dan cerdas.
  2. Sinkron dengan rencana jangka panjang universitas dan kementerian.
  3. Relevan dengan perkembangan lingkungan eksternal dan kebutuhan zaman.
  4. Berdasarkan analisis kondisi internal kampus.
  5. Berlandaskan capaian rencana strategis periode sebelumnya.
  6. Melibatkan partisipasi aktif para pemangku kepentingan (stakeholders).
  7. Menonjolkan fokus dan distingsi kelembagaan.
  8. Memastikan kinerja strategis yang terukur dan berkelanjutan.

Rapat strategis yang dihadiri seluruh anggota senat, dekan, dan pimpinan unit kerja ini menjadi tonggak penting konsolidasi visi kelembagaan menuju UIN Mataram yang unggul dalam mutu akademik, riset, tata kelola, dan jejaring internasional.

“RIP, Renstra, dan Renop bukan sekadar dokumen perencanaan, tetapi peta jalan menuju masa depan UIN Mataram yang lebih global, kompetitif, dan berdampak,” tutup Prof. Masnun penuh optimisme.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, UIN Mataram terus menapaki jalan panjang transformasi menuju PTKIN bertaraf internasional periode 2025–2029.
Semoga seluruh langkah dan ikhtiar besar ini mendapat kemudahan dan keberkahan dari Allah SWT. Amin. Adita@Humas