MATARAM: Rektor Universitas Islam Negeri Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., menghadiri kegiatan pisah sambut Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Gubernur NTB, Wali Kota Mataram, serta jajaran pimpinan daerah. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum strategis dalam meneguhkan kolaborasi kebangsaan antara pemerintah, aparat keamanan, dan institusi pendidikan. Jum’at (02/01/2026).

Pada kesempatan tersebut, seluruh pimpinan daerah menyampaikan ucapan selamat memasuki pengabdian baru kepada Irjen Pol. Edy Murbowo, S.I.K., M.Si. yang resmi mengemban amanah sebagai Kapolda NTB. Pergantian kepemimpinan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Nusa Tenggara Barat.
Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., menegaskan bahwa kolaborasi kebangsaan merupakan fondasi utama dalam membangun ketahanan sosial di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang. Menurutnya, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi sangat diperlukan untuk menumbuhkan kesadaran hukum, memperkuat moderasi beragama, serta merawat persatuan dalam bingkai kebhinekaan.

Dalam momentum yang sama, apresiasi dan penghargaan disampaikan kepada Irjen Pol. Hadi Gunawan atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin Polda NTB. Kepemimpinan yang tangguh, humanis, dan berorientasi pada pelayanan publik dinilai telah berkontribusi besar dalam menjaga kondusivitas daerah serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Gubernur NTB dan Wali Kota Mataram turut menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat kerja sama dengan Polda NTB dan seluruh pemangku kepentingan. Kesinambungan kepemimpinan di tubuh Polda NTB dipandang sebagai bagian penting dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan harmoni sosial di daerah.
Kehadiran Rektor UIN Mataram dalam kegiatan pisah sambut Kapolda NTB ini mencerminkan peran aktif perguruan tinggi dalam merawat kolaborasi kebangsaan. Sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan aparat keamanan diharapkan terus terjaga sebagai fondasi pembangunan Nusa Tenggara Barat yang aman, inklusif, dan berorientasi pada kemajuan peradaban. Adita@Humas-ppid


