MATARAM: UIN Mataram terus memperkuat langkah transformasi pendidikan tinggi menuju kampus berdaya saing internasional melalui penguatan akreditasi global berbasis mutu dan tata kelola akademik modern. Komitmen tersebut ditegaskan Rektor UIN Mataram, Masnun Tahir dalam pemaparan materi bertajuk “Pentingnya Akreditasi Internasional: ACQUIN sebagai Standar Mutu Global” pada kegiatan penguatan mutu akademik yang berlangsung di Mataram, Kamis, 07/5/2026.

Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa perguruan tinggi saat ini menghadapi tantangan besar di tengah arus globalisasi dan percepatan transformasi digital era Revolusi Industri 5.0. Menurutnya, kualitas lulusan tidak lagi hanya diukur pada level nasional, tetapi juga dituntut mampu bersaing di tingkat internasional melalui standar mutu pendidikan yang diakui dunia.

“Akreditasi internasional bukan sekadar simbol prestise kelembagaan, tetapi merupakan kebutuhan strategis untuk memastikan kualitas akademik, daya saing lulusan, serta keberlanjutan institusi di masa depan,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa ACQUIN merupakan salah satu lembaga akreditasi internasional kredibel yang berasal dari Jerman dan telah menjadi anggota European Association for Quality Assurance in Higher Education (ENQA) serta terdaftar dalam European Quality Assurance Register for Higher Education (EQAR). Standar yang digunakan ACQUIN selaras dengan European Standards and Guidelines (ESG), sehingga menjadi salah satu rujukan penting dalam penjaminan mutu pendidikan tinggi internasional.

Rektor menilai, proses akreditasi ACQUIN akan memberikan dampak strategis bagi pengembangan UIN Mataram, terutama dalam penguatan kualitas akademik, sistem penjaminan mutu, relevansi kurikulum berbasis capaian pembelajaran lulusan (CPL), hingga peningkatan kapasitas dosen dan tata kelola kelembagaan.

Selain itu, akreditasi internasional juga diyakini mampu membuka peluang kerja sama global seperti student exchange, joint research, dan joint degree dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam membangun reputasi internasional kampus dan memperluas jejaring akademik global.

“Akreditasi internasional merupakan bentuk komitmen kita terhadap transparansi, akuntabilitas publik, dan budaya perbaikan mutu yang berkelanjutan,” ujarnya.

Rektor juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjadikan proses akreditasi ACQUIN sebagai momentum evaluasi diri dan penguatan budaya mutu di lingkungan kampus. Menurutnya, keberhasilan akreditasi internasional tidak dapat dicapai secara parsial, tetapi membutuhkan kerja kolektif, integritas, serta komitmen bersama seluruh elemen kampus.

“Ini adalah ikhtiar besar menuju UIN Mataram yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global. Karena itu, seluruh unit harus bergerak bersama membangun ekosistem akademik yang berkualitas dan berorientasi internasional,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut diikuti pimpinan universitas, dekan, ketua program studi, lembaga penjaminan mutu, serta unsur dosen dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari konsolidasi penguatan mutu menuju akreditasi internasional di lingkungan UIN Mataram. Adita@Humas-ppid