MATARAM: Pada Rabu, 8 Oktober 2025, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., menyambut hangat kunjungan Tatang Muttaqin, S.Sos., M.Ed., Ph.D., yang saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Sidang Rektor UIN Mataram lantai 2 tersebut mengusung tema “Peluang Pendidikan Vokasi di UIN Mataram”. Suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi mewarnai dialog interaktif untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi keagamaan dengan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus ini.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah pimpinan UIN Mataram, di antaranya: Prof. Dr. H. Jumarim, M.H.I. (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan), Prof. Dr. H. Subhan Abdullah Achim, M.A. (Direktur Pascasarjana), Prof. Dr. H. Maimun, M.Pd. (Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan/FTK), Prof. Dr. Muhammad Harfin Zuhdi, M.A. (Dekan Fakultas Syariah/FS), Prof. Dr. Baiq Elbadriati, M.E.I. (Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam/FEBI), Prof. Dr. Suprapto, M.Ag. (Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama/FUSA), Dr. H. Lalu Ahmad Zainuri, Lc., M.A. (Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi/FDK), Prof. Dr. H. Fahrurrozi, M.A. (Ketua Lembaga Penjaminan Mutu/LPM), serta perwakilan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M). Selain para dekan, hadir pula wakil dekan dari seluruh fakultas, sekretaris LPM dan LP2M, serta Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan UIN Mataram. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. Wirman Kasmayadi, M.Si.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Mataram menyampaikan berbagai potensi dan peluang pengembangan pendidikan vokasi di lingkungan UIN Mataram dalam rangka memperkuat link and match antara dunia akademik dan dunia kerja. Beliau juga menegaskan bahwa pendidikan vokasi dalam konteks Pendidikan Tinggi dapat diaktualisasikan dalam bentuk “program studi vokasi” yang fokus pada pengembangan keahlian praktis dan teknis untuk menyiapkan alumni yang kompetitif di masa yang akan datang. Selain itu, UIN Mataram memiliki sumber daya dan basis keilmuan yang kuat untuk mengembangkan program-program vokasi berbasis keislaman. Beliau juga berharap kerja sama dengan Kemendikdasmen RI dapat membuka jalan bagi transformasi UIN Mataram menunju Universitas Islam Negeri yang berdaya saing di tingkat nasional maupun global.

Dalam presentasinya -berkaitan dengan Pendidikan vokasi- Pak Tatang Muttaqin menyampaikan beberapa karaktersitik Pendidikan Tinggi ideal di masa depan, di antaranya:
- Borderless (tidak mengenal batas administrasi atau lokasi domisili),
- Experiential Learning – Work Based Learning (Belajar dengan mengerjakan, langsung terkait dengan okupasi kerja, materi pembelajaran terapan atau konkrit),
- Program Belajar Lebih Singkat (Masa pendidikan lebih singkat merespon kebutuhan upskilling, reskilling dan retraining yang cepat)
- On-demand Program, Program pendidikan yang personalized, kurikulum dan CP atas permintaan industri atau mahasiswa, substansi lebih mutakhir dan proses belajar yang lebih mengasyikkan (engaging) dibandingkan media daring yang tersedia pada berbagai platform
- Pembiayaan Sepadan, Besar biaya sepadan dengan kompetensi yang diraih dan mekanisme pembayaran lebih lentur, inovatif
Selanjutnya, Pak Dirjen juga menyampaikan layanan pendidikan vokasi masa depan diarahkan pada; (1) initial development, kompetensi sebagai persiapan meraih pekerjaan dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan, (2) refinement, penguatan keahlian/kapasitas kerja untuk mengerjakan tugas tertentu, (3) upskilling, peningkatkan kompetensi sesuai tuntutan pekerjaan dan (4) reskilling, mengganti kompetensi sesuai kebutuhan baru pekerjaan.
Materi selanjutnya dari Pak Tatang Muttaqin berkaitan dengan Empat Dimensi untuk Optimasi atau Transformasi, yaitu: Reviu strategi, misi dan tujuan organisasi, Penguatan Keunggulan, Modernisasi Teknologi, dan Adopsi model operasi terbaik. Kemudian, penguatan Pendidikan vokasi selanjutnya didukung oleh;
- Dosen, Pendidik non dosen: praktisi, sertifikasi keahlian
- Kelembagaan: otonom, maju, bermitra, berjejaring
- Pembelajaran: modernisasi sarana, kurikulum dinamis, PBL
- Mahasiswa: budaya kerja, kemampuan kerja, Expiring skills dan Permanent skills
Lalu, bagaimana dengan Dosen dan lulusan Pendidikan Vokasi yang ideal?. Pak Tatang menyampaikan bahwa Dosen vokasi masa depan adalah akademisi berkarakter wirausaha yang ditandai dengan: mau Melihat peluang, Menakar resiko dan berani mengambil resiko, Membangun dan menjaga jejaring, Mewujudkan gagasan abstrak menjadi kongkrit (kompetensi kerja) dan Ulet, tidak mudah menyerah (resilien) .
Adapun kompetensi lulusan vokasi yang dicita-citakan adalah lulusan yang memiliki:
- Pengetahuan fundamental dan Keterampilan dasar yang berkaitan dengan: Learning how to learn, Learning how to think, Learning how to do, Ilmu pengetahuan fundamental pada bidangnya dan Keterampilan dasar pada bidangnya (Expiring skills dan Permanent skills )
- Kompetensi digital yang memuat; Sekumpulan kemampuan yang memungkinkan seseorang memahami, menggunakan dan menciptakan”nilai” dengan dan dari teknologi dan Spektrum kompetensi digital terus berubah sesuai dengan perkembangan teknologi digital itu sendiri.
(Expiring skills)
- Human skill yaitu Sekumpulan kemampuan seseorang membangun relasi dengan hal di luar dirinya dan Kemampuan kemampuan kognitif, sosial dan emosional seperti kreativitas, berpikir kritis, interpretasi informasi, pengambilan keputusan, kepemimpinan, dan komunikasi (Permanent skill)
Realitas di atas membuat waktu/lama studi perlu dipertimbangkan lagi dalam proses Pendidikan sebagaimana lama studi di luar negeri telah mengalami beberapa perubahan selama beberapa dekade terakhir, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti implementasi kebijakan pendidikan dan harmonisasi sistem pendidikan tinggi antar negara.
Demikianlah beberapa point-pont penting yang disampaikan oleh Pak Dirjen saat kunjungan beliau ke UIN Mataram. Terakhir, Prof. Dr. Abdul Quddus, M.A. (Sekretaris LPM UIN Mataram) dan Dr. Rendra Khaldun, M.Ag. (Wakil Dekan III Fakultas Dakwah UIN Mataram) menyampaikan harapan besar agar peluang pengembangan pendidikan vokasi ini Mataram dapat segera terwujud karena UIN Mataram memiliki potensi dan peluang untuk melahirkan mahasiswa yang unggul, kompetitif, dan berdaya saing, yang pada akhirnya memperkuat posisi dan reputasi institusi UIN Mataram di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam sesi penutup, Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., menegaskan bahwa pendidikan vokasi memiliki keterkaitan yang erat dengan konsep Outcome-Based Education (OBE)—sebuah model kurikulum yang menekankan transformasi paradigma pembelajaran dari sebatas “apa yang telah dipelajari” menuju “kompetensi apa yang telah dimiliki” demi alumni yang mampu berkompetisi secara professional di level nasional ataupun global. Adita@Humas


