MATARAM: Langkah internasionalisasi UIN Mataram semakin nyata. Rektor Prof. Dr. TGH Masnun Tahir menerima kunjungan perdana delegasi dari Seuyoung University, Korea Selatan, dalam rangka silaturahmi akademik sekaligus penjajakan kerja sama strategis untuk penguatan Program Studi Anestesi dan Keperawatan yang terus berkembang di lingkungan kampus. Rabu, 29/04/2026

Delegasi yang hadir terdiri dari Professor Seungwan Joo dari Seuyoung University serta Mr. Bryan Lee dari English Three, Gwangju, Korea Selatan. Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam membangun jejaring internasional yang berorientasi pada penguatan akademik, penelitian, pengabdian masyarakat, hingga peluang studi lanjut dan penempatan kerja alumni di luar negeri.
Rektor UIN Mataram menyampaikan rasa syukur atas hadirnya mitra internasional yang secara langsung menunjukkan ketertarikan terhadap Program Studi Anestesi yang baru dibuka tahun ini.
“Alhamdulillah, baru dibuka bulan ini, Program Studi Anestesi sudah memancarkan daya tarik yang luar biasa hingga diminati langsung oleh tim dari Korea Selatan. Ini menjadi pertanda baik bahwa UIN Mataram terus dipercaya dan dilirik sebagai kampus yang siap bersaing di tingkat global,” ungkap Rektor.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Seuyoung University menyatakan kesiapan untuk menjalin kerja sama melalui skema team teaching, dosen tamu internasional, penguatan tridharma perguruan tinggi, serta kolaborasi kelembagaan antaruniversitas.
Rektor didampingi oleh tim International Office, sekretaris Program Studi Anestesi, serta tim Humas UIN Mataram. Diskusi berlangsung hangat dengan fokus utama pada pembangunan kerja sama berkelanjutan dalam bidang akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Rencana tindak lanjut dari pertemuan ini adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UIN Mataram dengan Seuyoung University dan English Three yang dijadwalkan berlangsung secara daring pada bulan Mei mendatang.
Program pertama yang akan direalisasikan adalah International Workshop untuk bidang Keperawatan dan Anestesi yang direncanakan berlangsung pada November 2026. Kegiatan ini diharapkan menjadi forum internasional untuk pertukaran ilmu pengetahuan, praktik profesional, serta penguatan kapasitas dosen dan mahasiswa.
Selain itu, Professor Seungwan Joo menyatakan kesediaannya untuk menjadi dosen tamu luar negeri di UIN Mataram. Ia juga membuka peluang bagi alumni UIN Mataram yang ingin melanjutkan studi S2 di Korea Selatan melalui skema beasiswa kampus di Seuyoung University.

Melihat peluang besar tersebut, Mr. Bryan Lee menyarankan agar UIN Mataram membangun pusat pembelajaran Bahasa Korea atau pusat bahasa asing lainnya guna mempersiapkan alumni yang siap bersaing di tingkat internasional.
“Bahasa adalah kunci utama menuju peluang global. Jika UIN Mataram memiliki pusat belajar Bahasa Korea, maka peluang alumni untuk studi lanjut maupun bekerja di luar negeri akan semakin besar,” ujarnya.
Kunjungan ini menjadi simbol kuat bahwa UIN Mataram terus bergerak melampaui batas geografis, membangun jembatan ilmu dari Lombok menuju Korea Selatan. Dari ruang kelas menuju panggung dunia, kampus ini sedang menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap berkiprah secara global. Adita@Humas-ppid


