MATARAM: Sebagai bentuk kepedulian yang tulus, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., menyampaikan ungkapan duka cita dan empati yang mendalam atas musibah yang menimpa sejumlah wilayah di Sumatera Utara, Barat dan Aceh. Dengan suara penuh empati, beliau menyampaikan bahwa musibah ini bukan hanya melukai hati masyarakat setempat, tetapi juga menggugah rasa kemanusiaan seluruh keluarga besar UIN Mataram. Jumat, 28/11/2025

 

 

 

 

 

 

 

 

Dalam momentum yang penuh keprihatinan ini, Prof. Masnun mengajak seluruh sivitas akademika untuk memperkuat solidaritas batin dan kebersamaan melalui doa bersama serta kepedulian nyata. Menurutnya, saat ada saudara sebangsa yang tengah dilanda kesedihan, maka rasa kemanusiaan menuntut kita untuk hadir dan menyapa mereka walau dari kejauhan. “Semoga Allah SWT memberikan kekuatan, kesehatan, kesabaran, dan ketabahan kepada semua saudara kita di Sumatera. Musibah ini adalah ujian yang berat, tetapi dalam kebersamaan kita menemukan kekuatan,” ujarnya dengan nada yang penuh harap.

 

 

 

 

Rektor juga menegaskan pentingnya menumbuhkan nilai empati, gotong royong, dan kepedulian sosial di tengah komunitas akademik. Baginya, perguruan tinggi bukan hanya ruang belajar, tetapi juga rumah bagi nurani yang peka terhadap derita manusia. UIN Mataram, kata beliau, selalu siap memberikan dukungan moral, spiritual, dan bila memungkinkan, bantuan kemanusiaan yang dibutuhkan. “Nilai-nilai keislaman mengajarkan kita untuk tidak berpaling saat ada yang membutuhkan uluran tangan,” tambahnya.

 

 

 

 

Ketua PW NU NTB itu juga menyampaikan doa penuh harapan agar masyarakat yang terdampak segera mendapatkan pemulihan dan kekuatan untuk bangkit kembali. “Atas nama keluarga besar UIN Mataram, kami memanjatkan doa agar keadaan segera membaik dan masyarakat dapat menemukan kembali ketenangan. Semoga Allah SWT melindungi setiap langkah saudara-saudara kita di Sumatera dan memberikan cahaya penghiburan di tengah kesedihan,” tutupnya. Rilis ini menjadi pengingat bahwa kemanusiaan selalu menemukan jalannya, bahkan di tengah duka yang paling dalam. Adita@Humas-ppid