Mataram: Dalam suasana yang sarat haru dan kebanggaan, Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto, menorehkan sejarah baru sebagai Presiden pertama yang hadir secara langsung untuk menyambut dan melepas keberangkatan jamaah haji Indonesia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bukan hanya melepas secara simbolik, Presiden hadir membawa ketulusan seorang pemimpin yang ingin menyertai setiap langkah rakyatnya menuju Tanah Suci. Sabtu, 10/05/2025

Momen bersejarah ini disambut hangat oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, yang mendampingi Presiden dalam memberikan sambutan, doa, dan semangat kepada para calon tamu Allah.

“Beliau menyampaikan salam hangat dan doa tulus untuk keselamatan seluruh jamaah. Beliau mendoakan agar Bapak dan Ibu diberi kekuatan, kelancaran, serta kembali ke Tanah Air dengan membawa haji yang mabrur,” ujar Menteri Agama dengan suara yang terbata menahan haru.

Sebagai bentuk apresiasi atas perhatian Presiden, Menteri Agama memberikan gelar istimewa kepada Presiden Prabowo sebagai “Presiden Perdana”  pemimpin pertama dalam sejarah Republik ini yang hadir langsung di tempat pemberangkatan jamaah haji. Hal ini menjadi simbol nyata bahwa negara benar-benar hadir bersama umat dalam momen paling spiritual bangsa.

“Kehadiran Presiden di tengah jamaah adalah isyarat kuat bahwa haji adalah urusan besar umat dan bangsa. Kami di perguruan tinggi keagamaan turut mendoakan dan mendukung suksesnya haji 2025 ini. Semoga seluruh jamaah UIN Mataram dan NTB dapat menjalankan rukun dan sunnah dengan sempurna, serta pulang membawa semangat baru untuk negeri,” ujar Rektor.

Sementara itu, dari ujung timur Indonesia, Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., dengan penuh ketulusan melepas keberangkatan 11 jamaah haji dari sivitas akademika UIN Mataram. Tak hanya itu, beliau juga turut melepas ratusan jamaah dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari desa hingga kota, seraya menyampaikan doa dan harapan mendalam agar seluruh jamaah diberi kelancaran, kekuatan, dan kembali ke tanah air dengan membawa predikat haji yang mabrur.

Prof. Masnun juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan semangat pelayanan di antara petugas haji. Ia mengingatkan bahwa menjadi bagian dari penyelenggaraan ibadah haji adalah amanah, bukan sekadar tugas administratif.

Haji tahun ini bukan sekadar ritual. Ia menjadi momentum kuat persatuan antara pemimpin bangsa, tokoh agama, dan kaum intelektual dalam mengiringi langkah-langkah spiritual rakyat Indonesia. Dari istana hingga kampus, dari pejabat tinggi hingga mahasiswa yang ikut berhaji, semua menyatu dalam satu doa: semoga jamaah haji Indonesia tahun 2025 diberi keselamatan, kekuatan, dan keberkahan.

Inilah wajah Indonesia yang sesungguhnya,berdiri bersama, bersujud bersama, dan berdoa bersama. Negara hadir, agama memandu, dan ilmu pengetahuan menyinari perjalanan ke Tanah Suci. Adita@Humas