MATARAM: Rektor Prof DR. TGH. Masnun Tahir mengenang dengan penuh haru sosok almarhum Dr. Sya’ban Abdul Karim, M.Ag. yang semasa hidupnya dikenal sebagai pribadi tulus, bersahaja, dan penuh keteladanan dalam membangun hubungan persahabatan. Kamis, 26/03/2026

Almarhum merupakan dosen yang telah mendedikasikan hidupnya dalam dunia akademik, mentransformasikan ilmu pengetahuan kepada para mahasiswa yang kini tersebar di berbagai daerah. Kontribusi keilmuan yang ditinggalkannya tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga membentuk karakter generasi yang berintegritas dan berakhlak.
Namun di balik peran akademiknya, terdapat sisi kemanusiaan yang begitu membekas di hati banyak orang, termasuk Rektor. Dalam setiap perjumpaan, almarhum dikenal selalu meluangkan waktu untuk bersilaturahmi dengan cara yang sederhana namun penuh makna.

“Beliau setiap kali bertemu selalu menyempatkan diri memijat, sambil lisannya tidak pernah berhenti mendoakan kesehatan dan kebaikan. Setelah beberapa menit, beliau pamit tanpa menyampaikan kepentingan apa pun. Itu murni silaturahmi yang dilandasi keikhlasan,” ungkap Rektor.
Rektor menilai, kebiasaan tersebut bukan sekadar gestur sosial, melainkan manifestasi nilai spiritual yang dalam. Ketulusan tanpa pamrih yang ditunjukkan almarhum menjadi teladan nyata tentang bagaimana membangun hubungan yang dilandasi keikhlasan dan doa.
Hari ini, keluarga almarhum menggelar takziah sembilan hari wafatnya di kediaman beliau di Komplek Perumahan Lingkar Pratama, Mataram. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor, jajaran wakil rektor, para dekan, wakil direktur, para dosen, mahasiwa serta pegawai dan keluarga besar UIN Mataram sebagai bentuk penghormatan dan doa bersama.
Suasana takziah berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, semua tamu larut dalam doa, mengenang kebaikan serta keteladanan almarhum yang telah banyak memberikan inspirasi dalam kehidupan sosial dan akademik.
“Atas nama keluarga besar UIN Mataram, kami mendoakan semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kekhilafan almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya,” tutupnya.
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam, namun juga mewariskan nilai keikhlasan, ketulusan, dan semangat silaturahmi yang akan terus hidup dalam ingatan sivitas akademika. Sosoknya menjadi pengingat bahwa kebaikan yang sederhana, jika dilakukan dengan hati yang tulus, akan meninggalkan jejak yang abadi. Adita@Humas-ppid


