MATARAM: Alih-alih beristirahat di hari libur, Rektor Universitas Islam Negeri Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., justru mengawali paginya dengan langkah inspiratif: menanam pohon matoa di lingkungan kampus, Minggu (19/10/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh Wakil Rektor II, jajaran Bagian Umum dan Humas, serta Tim Keamanan Kampus, sebagai bagian dari upaya konkret memperkuat gerakan hijau kampus dalam bingkai Ekoteologi Islam, seraya menyemarakkan Hari Santri Nasional (HSN) dan Dies Natalis UIN Mataram. Minggu, 19/10/2025

Di bawah sinar matahari pagi, Rektor bersama tim berkeliling menyusuri sudut-sudut kampus yang masih minim pepohonan. Beberapa titik seperti halaman belakang fakultas, area parkir, dan jalur pedestrian menjadi perhatian utama. Dengan cangkul kecil di tangan, Rektor memulai penanaman pertama bibit pohon matoa, disertai pesan penuh makna tentang pentingnya menanam sebagai bagian dari spiritualitas ekologi.
“Menanam pohon bukan sekadar menumbuhkan daun, tapi juga menumbuhkan kesadaran. Alam adalah ayat Tuhan yang hidup. Ketika kita menjaganya, sejatinya kita sedang menjaga iman,” ujarnya
Ia menegaskan, gerakan sederhana ini merepresentasikan komitmen UIN Mataram untuk menghadirkan kampus yang tidak hanya hijau secara fisik, tetapi juga hijau dalam nilai, ilmu, dan tindakan. Ekoteologi, menurutnya, adalah konsep integratif yang memadukan iman, ilmu, dan kepedulian ekologis dalam satu kesadaran keberagamaan yang menyeluruh.
“Ekoteologi adalah bentuk ibadah ekologis. Ia mengajak kita berpikir dan bertindak dalam harmoni dengan ciptaan Allah. Maka setiap pohon yang kita tanam hari ini adalah zikir yang tumbuh di tanah kampus,” tambahnya.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat implementasi kebijakan Green Campus UIN Mataram, yang terus dikembangkan melalui berbagai program lingkungan berkelanjutan. Rektor meminta kepada seluruh jajaran, termasuk Bagian Umum, Humas, dan civitas akademika, untuk menjadikan kegiatan menanam sebagai budaya kolektif kampus.
Wakil Rektor II Prof. Dr. H. Muhammad Saleh yang turut mendampingi menyampaikan bahwa pemilihan pohon matoa memiliki filosofi tersendiri. “Matoa adalah pohon khas Nusantara yang tumbuh kuat di berbagai cuaca. Ia melambangkan keteguhan, keseimbangan, dan keberlanjutan nilai yang sangat selaras dengan semangat UIN Mataram,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, Rektor berharap agar gerakan penghijauan tidak berhenti di momen simbolik, tetapi terus berlanjut menjadi tradisi ekologis kampus.
“Hari Santri dan Dies Natalis kali ini kita rayakan bukan dengan pesta, tapi dengan penanaman. Karena yang kita tanam bukan hanya pohon, tetapi harapan dan tanggung jawab. Iman sejati selalu berakar pada kepedulian terhadap bumi,” pungkasnya. Adita@Humas


