MATARAM: Komitmen memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan keislaman dan transformasi digital nasional kembali ditunjukkan melalui kunjungan kerja Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid, di Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu. Kegiatan strategis ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Kementerian Komunikasi dan Digital, termasuk Sekretaris Jenderal, serta didampingi oleh Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri. Selasa,05/05/2026

Rektor UIN Mataram, Masnun Tahir, hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama Direktur Pascasarjana UIN Mataram, Subhan. Kehadiran pimpinan UIN Mataram menjadi representasi kuat peran perguruan tinggi Islam dalam menjembatani nilai-nilai keislaman dengan percepatan transformasi digital di Indonesia.
Kunjungan kerja ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat integrasi antara pesantren, perguruan tinggi, dan pemerintah dalam membangun ekosistem literasi digital yang inklusif dan berkarakter. Dalam konteks ini, pesantren diposisikan sebagai pusat pembelajaran yang tidak hanya menjaga tradisi keilmuan Islam, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan komunikasi digital.
Dalam dialog yang berlangsung hangat dan konstruktif, dibahas berbagai isu penting, mulai dari penguatan literasi digital di lingkungan pesantren, pengembangan sumber daya manusia berbasis teknologi, hingga peran institusi pendidikan dalam menangkal disinformasi dan menjaga ruang digital yang sehat. Sinergi ini dinilai penting untuk memastikan bahwa transformasi digital berjalan selaras dengan nilai-nilai moral, etika, dan keislaman.

Rektor UIN Mataram menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pesantren, dan pemerintah merupakan fondasi penting dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dengan tantangan zaman. UIN Mataram, sebagai bagian dari ekosistem pendidikan Islam di Nusa Tenggara Barat, berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam penguatan literasi digital, pengembangan riset, serta pemberdayaan masyarakat berbasis nilai-nilai moderasi beragama.
Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang lebih konkret dan berkelanjutan antara Kementerian Komunikasi dan Digital, pemerintah daerah, pesantren, dan perguruan tinggi. UIN Mataram melihat momentum ini sebagai peluang strategis untuk memperkuat peran kelembagaan dalam menghadirkan pendidikan Islam yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing di tengah arus disrupsi digital.
Langkah bersama ini menjadi penanda bahwa transformasi digital bukan sekadar perubahan teknologi, melainkan gerakan kolektif untuk membangun peradaban yang cerdas, beretika, dan berakar pada nilai-nilai keislaman. Adita@Humas-ppid


