MATARAM: Rektor Universitas Islam Negeri Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., memberikan apresiasi tinggi terhadap penguatan ekosistem riset yang ditunjukkan melalui kolaborasi LP2M UIN Mataram dengan Pemerintah Provinsi NTB dalam ajang Temu Mitra Hilirisasi Riset yang digelar oleh BRIDA NTB. Menurut beliau, langkah ini bukan hanya mempertegas posisi UIN Mataram sebagai pusat produksi pengetahuan, tetapi juga sebagai institusi yang aktif mendorong pemanfaatan riset bagi kepentingan publik dan pembangunan daerah.

Rektor menegaskan bahwa hilirisasi riset menjadi agenda strategis perguruan tinggi untuk memastikan inovasi akademik tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat. “Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada LP2M dan seluruh peneliti UIN Mataram yang terus bergerak membangun kolaborasi. Ini lompatan penting yang memperkuat posisi UIN Mataram dalam peta riset Indonesia timur,” ujarnya.

Pada kegiatan yang mempertemukan para peneliti, industri, dan pemerintah ini, UIN Mataram menampilkan sejumlah produk riset yang diarahkan untuk pengembangan inovasi pendidikan Islam, sosial-keagamaan, teknologi terapan, hingga isu lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Inisiatif ini disambut baik oleh BRIDA dan berbagai perangkat daerah yang membuka peluang kerja sama lebih luas dalam agenda riset aplikatif.

Ketua LP2M UIN Mataram menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam forum ini menjadi momentum untuk memperkuat kemitraan riset lintas sektor dengan pendekatan yang lebih terukur. “Hilirisasi bukan sekadar jargon; kami memastikan setiap riset memiliki nilai guna bagi pembangunan daerah. Kolaborasi ini akan menjadi simpul strategis untuk program lanjutan,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi NTB melalui BRIDA juga memberikan apresiasi atas keseriusan UIN Mataram dalam membangun riset berbasis kebutuhan daerah. Sejumlah peluang kolaboratif dibuka, antara lain pemetaan sosial, pengembangan kebijakan publik berbasis data, riset keagamaan kontekstual, hingga inovasi ramah lingkungan sesuai visi NTB Hijau.

Rektor UIN Mataram Prof Dr H Masnun Tahir berharap agar langkah ini semakin memperkuat budaya riset yang berorientasi pada pemecahan masalah. Beliau menegaskan bahwa UIN Mataram siap menjadi garda terdepan dalam menguatkan riset yang berdampak langsung bagi masyarakat. “Kita ingin UIN Mataram tampil sebagai kampus rujukan riset kontekstual dan berkelanjutan. Kolaborasi seperti ini adalah fondasi kuat untuk mencapainya,” tegasnya.

Dengan dorongan rektor dan terbukanya ruang kolaborasi baru, UIN Mataram meneguhkan komitmennya untuk terus berinovasi. Langkah ini diharapkan menjadi titik tolak lahirnya riset-riset unggulan yang memberi kontribusi nyata bagi kemajuan Nusa Tenggara Barat. LP2M-Adita@Humas

Top of Form

Bottom of Form