MATARAM: Menteri Agama Republik Indonesia menyoroti tantangan besar yang dihadapi umat beragama di era globalisasi cepat, revolusi digital, kecerdasan buatan, dan transformasi ekonomi dunia. Dalam Lokakarya Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2025 yang berlangsung di Atria Hotel, Summarecon Gading Serpong, Menteri Agama menegaskan bahwa kondisi kontemporer menghadirkan fenomena multiple shocks guncangan teologis, kultural, ekonomi, politik, serta ilmiah dan teknologi yang saling berkelindan dan mempercepat perubahan sosial. Selasa, 16/12/2025

Guncangan teologis menimbulkan kompetisi otoritas keagamaan, sementara guncangan kultural berdampak pada praktik keagamaan yang dangkal dan meningkatnya konflik nilai antar-generasi. Guncangan ekonomi menciptakan kerentanan sosial akibat transformasi cepat dari ekonomi tradisional menuju ekonomi digital, sedangkan guncangan politik meningkatkan risiko konflik horizontal melalui polarisasi dan tarik-menarik kepentingan. Sementara itu, guncangan ilmiah dan teknologi mengubah cara generasi muda memahami agama, mempercepat arus informasi, termasuk hoaks keagamaan, serta menuntut pembaruan pendidikan dan dakwah yang relevan.

Menteri Agama menekankan bahwa akumulasi seluruh guncangan ini berpotensi menimbulkan krisis identitas, menurunnya kepercayaan terhadap institusi keagamaan, serta meningkatnya ketegangan sosial jika tidak ditanggapi secara tepat. Oleh karena itu, Kementerian Agama memperkuat peran strategisnya melalui pemetaan tren, sistem peringatan dini, moderasi beragama, fasilitasi dialog, dan layanan keagamaan yang responsif terhadap kebutuhan umat.

Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., yang aktif mengikuti seluruh rangkaian lokakarya, menyampaikan apresiasi mendalam atas visi dan strategi Menteri Agama. Ia menegaskan bahwa konsep menghadapi multiple shocks sangat relevan dengan misi pendidikan keagamaan di UIN Mataram. “Kami berkomitmen untuk menerapkan gagasan ini melalui penguatan kurikulum, literasi keagamaan, dan inovasi pendidikan yang membumikan nilai moderasi beragama. Generasi mahasiswa UIN Mataram akan siap menjadi umat masa depan yang tangguh, adaptif, dan beretika,” ujarnya.

Rakernas 2025 menegaskan posisi Kementerian Agama sebagai institusi jembatan yang menyelaraskan ajaran agama dengan dinamika sosial modern, sekaligus memperkuat kualitas kehidupan beragama yang inklusif, damai, dan berdaya saing di tengah kompleksitas tantangan global. . Adita@Humas-ppid