MATARAM: Rektor Universitas Islam Negeri Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., yang juga Ketua Forum Rektor PTKN Indonesia, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap langkah progresif Kementerian Agama dalam memperkuat keterbukaan informasi publik dan transformasi digital layanan keagamaan. Pernyataan ini disampaikan usai menghadiri Uji Publik Monitoring & Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2025 yang dipaparkan langsung oleh Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. di Jakarta.

Prof. Masnun menyampaikan bahwa pemaparan Menag tidak hanya menunjukkan keseriusan Kementerian Agama dalam membangun tata kelola informasi publik yang transparan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) untuk memperkuat ekosistem digitalnya.

“Langkah-langkah strategis Kemenag dalam menghadirkan keterbukaan informasi publik yang tertib, objektif, dan aman merupakan standar baru yang harus kita jadikan rujukan bersama. Sebagai Ketua Forum Rektor PTKN Indonesia, saya sangat mengapresiasi keberanian Kemenag melakukan lompatan-lompatan ini,” ujarnya

Menag Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA dalam pemaparannya menekankan pentingnya keterbukaan informasi sebagai bagian dari pelayanan publik yang tulus dan akuntabel. Ia membeberkan berbagai inovasi digital yang sedang dan terus dikembangkan Kemenag, termasuk Mora One Stop Services (MOSS), layanan terpadu 24 jam yang memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan keagamaan melalui satu pintu.

Transformasi layanan juga diperkuat melalui superapp Pusaka, yang mengintegrasikan informasi dari pusat hingga tingkat kecamatan, pengurus masjid, bahkan RT/RW. Bagi Prof. Masnun, integrasi ini menjadi bukti keseriusan Kemenag dalam membangun ekosistem digital yang inklusif dan responsif.

“Konsep superapp Pusaka menunjukkan bagaimana digitalisasi dapat mempersingkat jalur komunikasi dan pelayanan ke masyarakat sampai level terbawah. Ini model yang sangat relevan bagi PTKN untuk memperkuat tata kelola akademik dan administrasi yang lebih responsif,” terangnya.

Dalam aspek keamanan informasi, Menag menegaskan bahwa Kemenag telah memperkuat sistem proteksi data untuk jemaah haji, madrasah, dan PTKN dari potensi akses eksternal yang tidak sah. Sistem ini terus diperbarui, termasuk penguatan kompetensi SDM IT agar transformasi digital berjalan berkelanjutan.

Prof. Masnun menilai upaya tersebut sangat strategis bagi masa depan PTKN.

“Kami di PTKN sangat berkepentingan dengan keamanan data akademik, layanan mahasiswa, hingga ekosistem digital pembelajaran. Apa yang dilakukan Kemenag menjadi fondasi penting yang bisa kita kembangkan di kampus,” jelasnya.

Inovasi lain yang mendapat perhatian adalah sistem deteksi dini potensi konflik dan isu publik melalui SiRukun EWS (Early Warning System), model monitoring sosial yang dinilai efektif mencegah gesekan sebelum berkembang menjadi konflik terbuka.

Selain itu, digitalisasi tata kelola Masjid Istiqlal yang mendapat pengakuan internasional, termasuk dari PBB dan World Bank, menjadi bukti bahwa transformasi digital Kemenag telah diakui dunia.

Sebagai penutup, Prof. Masnun menegaskan bahwa seluruh PTKN siap bergerak bersama dalam satu semangat perubahan sebagaimana pesan Menag tentang pentingnya kolaborasi.

“Kita tidak lagi mengandalkan kerja individu, tetapi kerja ekosistem. PTKN siap menjadi bagian penting dari gerakan nasional keterbukaan informasi publik dan digitalisasi layanan Kemenag,” tegasnya.

Dengan dukungan dari pimpinan PTKN di seluruh Indonesia, transformasi digital Kementerian Agama diharapkan menjadi lokomotif baru pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan terpercaya.HKP-Adita@Humas