MATARAM: Rektor Universitas Islam Negeri Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., menyampaikan apresiasi tinggi atas suksesnya pelaksanaan Akademi Kepemimpinan Mahasiswa Nasional (AKMINAS) Tahun 2025 yang diinisiasi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Kegiatan yang digelar di Wisma Pamentas, Jakarta, ini mengusung tema “Meneguhkan Keberagaman, Membangun Peradaban, untuk Indonesia Emas 2045” dan diikuti oleh 100 mahasiswa terbaik dari berbagai jenjang dan Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) se-Indonesia.

Rektor menilai AKMINAS merupakan langkah visioner dalam menyiapkan generasi pemimpin masa depan bangsa yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan emosional. “Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Menteri Agama, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., atas gagasan luar biasa ini. Program AKMINAS menjadi wadah penting dalam melahirkan kader bangsa yang memiliki keseimbangan antara kekuatan berpikir dan kedalaman jiwa,” ujar Prof. Masnun di Mataram,
Dalam rilis resmi Humas Kemenag, Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. berpesan kepada seluruh peserta agar menjadi generasi yang kuat dalam konsentrasi dan kontemplasi. Menurutnya, seorang pemimpin sejati tidak cukup hanya cerdas secara akademik, tetapi juga harus memiliki kejernihan batin dan kemampuan reflektif yang tinggi.
“Konsentrasi menekankan kekuatan pikiran dan analisis di siang hari, sementara kontemplasi menekankan kedalaman spiritual di malam hari. Itulah cara Rasulullah dalam menata ilmu dan mengambil keputusan,” pesan Menag di hadapan peserta.
Menteri Agama juga memberikan kata kunci sukses bagi generasi muda, yakni memperbanyak literasi dan memperkuat ibadah malam. Beliau mengingatkan bahwa penguasaan ilmu dan kedalaman spiritual merupakan dua sayap utama untuk menguasai masa depan. “Perbanyak membaca, perbanyak salat malam, dan jangan tidur setelah Subuh. Itulah rahasia kepemimpinan sejati,” tutur Menag.

Selain itu, Menag juga menekankan pentingnya pengendalian emosi, kemampuan bahasa asing, dan literasi digital berintegritas. “Pemimpin masa depan harus melek teknologi, tapi tetap bersih secara moral dan hukum. Pastikan diri kalian bebas dari catatan sosial dan kriminal, karena kredibilitas adalah modal utama kepemimpinan,” pesannya.
Rektor UIN Mataram menilai bahwa pesan tersebut sangat relevan dengan semangat moderasi beragama dan pendidikan karakter yang saat ini menjadi ruh kehidupan akademik di kampus Islam negeri. “Nilai konsentrasi dan kontemplasi sesungguhnya adalah bentuk nyata dari moderasi diri. Ia melatih keseimbangan antara rasionalitas dan spiritualitas, antara logika dan etika. Itulah karakter utama seorang pemimpin umat dan bangsa,” tegas Rektor.
Menurut Prof. Dr. H. Masnun Tahir, UIN Mataram terus berupaya menanamkan nilai-nilai serupa kepada seluruh mahasiswa melalui berbagai program kaderisasi, kegiatan akademik, dan gerakan kampus moderat. “Kami ingin mahasiswa UIN Mataram tumbuh sebagai generasi yang tidak hanya cerdas berpikir, tapi juga jernih dalam nurani dan tangguh dalam integritas. Karena sejatinya, integritas moral adalah napas dari kepemimpinan yang beradab,” tambahnya.

Lebih jauh, Prof. Masnun menyampaikan harapan agar program AKMINAS dapat terus berlanjut dan diperluas agar semakin banyak mahasiswa dari PTKIN seluruh Indonesia mendapat kesempatan berharga untuk belajar kepemimpinan transformatif berbasis spiritualitas Islam dan nilai kebangsaan. “Kami siap mendukung penuh program ini, bahkan membuka ruang kolaborasi untuk pelatihan kepemimpinan serupa di UIN Mataram. Karena dari mahasiswa yang kuat secara intelektual dan kontemplatif inilah masa depan Indonesia yang berperadaban akan tumbuh,” tutupnya dengan optimisme. HKP-Adita@Humas


