MATARAM: Rektor UIN Mataram yang juga ketua PW NU NTB Prof. DR. TGH. Masnun Tahir, sejak awal Romadhon telah mewakafkan dirinya untuk silaturahmi dari masjid ke masjid menghidupkan nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat melalui rangkaian safari Ramadhan dan pada momentum Nuzulul Qur’an pamungkas tadi malam berlangsung khidmat di Masjid Getap, Kota Mataram. Jumat, 20/03/2026

Dalam tausiyahnya, Prof. TGH. Masnun Tahir menegaskan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi ruang refleksi mendalam untuk membumikan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sosial. Ia mengajak umat Islam untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai landasan etis dalam membangun kehidupan yang harmonis, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.

Lebih lanjut, ia menyampaikan pesan penting dari Menteri Agama, Prof DR. KH. Nasaruddin Umar, terkait inovasi pelayanan umat pada momentum mudik Lebaran tahun ini. Melalui Gerakan Masjid Ramah Mudik, seluruh masjid diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat layanan publik yang menyediakan ruang istirahat yang aman, nyaman, dan layak bagi para pemudik.

“Masjid harus menjadi rumah besar bagi umat, termasuk bagi para musafir. Di tengah perjalanan mudik yang panjang, masjid hadir sebagai tempat beristirahat yang tidak hanya menenangkan fisik, tetapi juga menyejukkan batin,” ungkapnya

Keberadaan Nusa Tenggara Barat sebagai jalur penghubung penting antara Pulau Jawa dan Nusa Tenggara Timur menjadikan peran masjid semakin strategis dalam mendukung kelancaran arus mudik nasional. Oleh karena itu, kolaborasi antara institusi pendidikan, masyarakat, dan pemerintah menjadi kunci dalam mewujudkan mudik yang aman, nyaman, dan penuh nilai spiritual.

Rangkaian safari Ramadhan ini tidak hanya memperkuat silaturahmi antara civitas akademika dan masyarakat, tetapi juga menjadi medium efektif dalam menyampaikan pesan-pesan transformasi sosial berbasis nilai keagamaan. Dengan semangat Nuzulul Qur’an, diharapkan lahir kesadaran kolektif untuk menjadikan masjid sebagai pusat peradaban yang responsif terhadap kebutuhan umat di era modern. Adita@HUmas-ppid