MATARAM: Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, dalam pidatonya menyampaikan bahwa UIN Mataram merupakan ruang yang luas dan inklusif bagi tumbuhnya para akademisi unggul. Ia menegaskan bahwa capaian Guru Besar bukan hanya prestasi personal, tetapi juga bagian dari penguatan ekosistem keilmuan kampus. Rabu, 07/01/2026

“Langit UIN Mataram cukup luas untuk ratusan bintang yang bersinar bersamaan. Tetap semangat untuk menjadi bintang di UIN Mataram,” ujar Rektor.

Menurut Rektor, pengukuhan Guru Besar harus dimaknai sebagai amanah intelektual untuk terus melahirkan pemikiran kritis, inovatif, dan solutif dalam menjawab tantangan keumatan, kebangsaan, serta perkembangan global.

Empat Guru Besar yang dikukuhkan juga menyampaikan orasi ilmiah yang mencerminkan kekhasan dan kontribusi keilmuan masing-masing bidang.

Prof. Dr. Haji Sainun, M.Ag menegaskan pentingnya keluar dari jebakan formalistik dalam kajian hukum Islam. Ia mendorong keberanian membaca hukum Islam sebagai tradisi hidup yang tidak hanya bertumpu pada teks, tetapi juga pada praktik, negosiasi sosial, serta proses pewarisan dalam masyarakat.

Sementara itu, Prof. Dr. Fathurrahman Mukhtar, S.S., M.Ag menyampaikan bahwa problem pendidikan agama Islam di era kontemporer tidak dapat diselesaikan hanya melalui pembaruan kurikulum atau metode pembelajaran. Menurutnya, diperlukan rekonstruksi epistemologis yang lebih mendasar terkait cara memahami agama, ilmu pengetahuan, dan proses pendidikan itu sendiri.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Dr. H. Muhammad Taufiq, Lc., M.H.I mengingatkan bahwa pendekatan keagamaan yang mengabaikan dimensi historis, sosiologis, serta keragaman tradisi keislaman berpotensi melahirkan sikap keagamaan yang kaku, reduktif, dan kurang apresiatif terhadap perbedaan ijtihad serta ekspresi keberagamaan umat Islam.

Adapun Prof. Dr. H. Subki, M.Pd.I mengangkat isu pengembangan kampus hijau berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya menjadikan universitas sebagai komunitas yang efisien energi dan ramah lingkungan melalui pendekatan manajemen terintegrasi, pengembangan transportasi ramah lingkungan, optimalisasi sistem parkir, serta transisi menuju masa depan kampus hijau yang berkelanjutan.

Pengukuhan empat Guru Besar ini diharapkan semakin memperkuat posisi UIN Mataram sebagai pusat keilmuan Islam yang moderat, transformatif, dan responsif terhadap dinamika zaman, sekaligus melahirkan lebih banyak “bintang” yang menerangi langit ilmu pengetahuan. Adita@Humas-ppid